Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MA

593 karya publik ditemukan.

2026: 432025: 902024: 202023: 1272022: 1182021: 190

Penapisan Virtual Senyawa Dominan Balakacida (Chromolaena odorata) sebagai inhibitor EGFR untuk Kanker Kolorektar

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

PENAPISAN VIRTUAL SENYAWA DOMINAN BALAKACIDA (Chromolaena odorata) SEBAGAI INHIBITOR EGFR UNTUK KANKER KOLOREKTAL FATKHURROKHMAN ABSTRAK Kanker kolorektal merupakan salah satu penyebab kematian akibat kanker tertinggi di dunia, dan reseptor Epidermal Growth Factor Receptor (EGFR) menjadi target terapi penting karena berperan pada proliferasi sel kanker. Chromolaena odorata (balakacida) mengandung senyawa fitokimia yang berpotensi sebagai inhibitor EGFR alami. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi afinitas pengikatan dan interaksi molekuler 15 senyawa dominan C. odorata terhadap EGFR, serta memprediksi profil drug-likeness dan ADMET senyawa kandidat terbaik. Penelitian merupakan studi in silico dengan penapisan virtual berbasis structure-based drug design menggunakan metode molecular docking terhadap EGFR (PDB ID: 3POZ), dengan Gefitinib dan Erlotinib sebagai kontrol positif. Protokol divalidasi melalui redocking ligan ko-kristal (RMSD 1,9216 Å < 2,0 Å). Drug-likeness dinilai dengan Lipinski’s Rule of Five, dan profil ADMET diprediksi menggunakan pkCSM, SwissADME, ProTox-3, dan Toxtree. Hasil docking menunjukkan pola afinitas flavonoid > asam fenolik > terpenoid. Rutin memiliki afinitas tertinggi (S = -9,6027 kkal/mol), setara kontrol positif Gefitinib (-9,6051 kkal/mol). Evaluasi Lipinski menunjukkan 14 dari 15 senyawa memenuhi kriteria; hanya Rutin yang tidak memenuhi. Dengan mempertimbangkan keseimbangan afinitas, drug-likeness, farmakokinetik, dan keamanan, Hesperetin (S = -7,1879 kkal/mol) dan Eriodictyol (S = -6,9400 kkal/mol) ditetapkan sebagai kandidat inhibitor EGFR terbaik, dengan profil keamanan lebih baik dibandingkan Gefitinib dan Erlotinib. Kedua senyawa berpotensi dikembangkan sebagai inhibitor EGFR alami untuk kanker kolorektal dan direkomendasikan untuk pengujian in vitro lebih lanjut.

Atlas

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Nak Kamu Gapapa, "Kan?

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

"Pak, Bu andai kalian tahu, aku hanya ingin didengar. Aku hanya ingin merasakan suasana rumah yang hangat. Namun, rumah yang seharusnya jadi tempat yang nyaman untuk pulang, malah terasa asing untukku.Tidak ada yang mau mendengarkanku. Tidak ada yang menemaniku saat aku tumbuh. Aku sendirian. "

ANALISIS KANDUNGAN BORAKS PADA PRODUK ROTI YANG DIJUAL DI PASAR AJIBARANG MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Makanan merupakan kebutuhan penting manusia yang harus memenuhi aspek gizi serta keamanan pangan. Roti sebagai salah satu produk pangan yang banyak dikonsumsi, berpotensi mengalami penyalahgunaan bahan tambahan pangan, salah satunya boraks yang dilarang berdasarkan PERMENKES RI No. 033 Tahun 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan kadar boraks pada roti yang dijual di Pasar Ajibarang. Metode yang digunakan meliputi uji kualitatif menggunakan kertas turmerik dan analisis kuantitatif menggunakan metode spektrofotometri UV–Vis. Sampel terdiri dari roti cokelat, roti pia kacang, dan roti pizza. Hasil uji kualitatif menunjukkan seluruh sampel negatif terhadap kandungan boraks yang ditandai dengan tidak adanya perubahan warna dari kuning menjadi merah kecoklatan. Hasil kuantitatif menunjukkan kadar sangat rendah pada masingmasing sampel yaitu roti cokelat sebesar 0,0066%, roti pizza sebesar 0,0732%, dan roti pia kacang sebesar 0,0408%, namun nilai tersebut tidak dapat dinyatakan sebagai kadar boraks yang sebenarnya karena keterbatasan metode dan kemungkinan interferensi matriks. Kesimpulan menunjukkan seluruh sampel tidak teridentifikasi mengandung boraks.

Analisis kandungan Furosemid pada jamu pelangsing yang dijual di marketplace menggunakan metode klt dan spektrofotometri uv- vis

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jamu pelangsing merupakan salah satu produk obat tradisional yang banyak digunakan masyarakat untuk menurunkan berat badan. Peredaran jamu pelangsing dengan klaim berlebih di marketplace menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan produk, terutama adanya penambahan Bahan Kimia Obat (BKO) seperti furosemid yang dilarang dalam obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menentukan kadar furosemid pada jamu pelangsing yang dijual di marketplace. Penelitian ini merupakan deskriptif eksperimental yang dilakukan di laboratorium dengan metode analisis kualitatif menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Sampel diambil secara purposive sampling sebanyak tiga produk jamu pelangsing dari Shopee berdasarkan kriteria memiliki klaim berlebih dan tingkat penjualan tinggi. Fase gerak yang digunakan adalah etil asetat : metanol (6:4), identifikasi dilakukan berdasarkan nilai Rf dan pengamatan bercak di bawah sinar UV, sedangkan penetapan kadar dilakukan menggunakan kurva kalibrasi pada panjang gelombang maksimum 371 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tiga sampel yang diuji, hanya sampel B yang positif mengandung furosemid dengan nilai Rf sebesar 0,73 dan kadar sebesar 0,759% ± 0,044%, sedangkan sampel C dan S dinyatakan negatif. Hal ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 007 Tahun 2012 tentang obat tradisional, sehingga produk tersebut melanggar ketentuan karena mengandung BKO dan berpotensi membahayakan kesehatan konsumen

Analisis Bilangan Peroksida Minyak Goreng pada Pedagang Gorengan di Wilayah Ajibarang Kulon

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tingginya konsumsi gorengan menuntut perhatian ekstra terhadap kualitas bahan pangan, khususnya minyak goreng yang digunakan dalam proses penggorengan. Bilangan peroksida adalah angka yang menyatakan banyaknya senyawa peroksida/hidroperoksida yang sudah terbentuk di dalam minyak akibat oksidasi selama pemrosesan atau penyimpanan yang kemudian menjadi indikator awal kerusakan minyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bilangan peroksida minyak goreng yang digunakan oleh pedagang makanan gorengan di wilayah Ajibarang Kulon. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Bilangan peroksida ditentukan dengan titrasi iodometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bilangan peroksida sampel minyak goreng dari tiga pedagang yang berbeda masing-masing adalah 10,61 mek O2/kg, 13,93 mek O2/kg, dan 27,20 mek O2/kg. Nilai-nilai ini melebihi batas maksimum yang ditetapkan dalam SNI 3741:2013, yaitu 10 mek O2/kg. Dapat disimpulkan bahwa minyak goreng yang digunakan oleh pedagang makanan gorengan di Ajibarang Kulon tidak sesuai dengan SNI 3741:2013. Dari uji t didapat t hitung sebesar 1,43, t tabel sebesar 4,30 dan p-value sebesar 0,14 yang menegaskan H0 gagal ditolak.

ANALISIS KANDUNGAN BORAKS PADA PRODUK ROTI YANG DI JUAL DI PASAR AJIBARANG MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Makanan merupakan kebutuhan penting manusia yang harus memenuhi aspek gizi serta keamanan pangan. Roti sebagai salah satu produk pangan yang banyak dikonsumsi, berpotensi mengalami penyalahgunaan bahan tambahan pangan, salah satunya boraks yang dilarang berdasarkan PERMENKES RI No. 033 Tahun 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan kadar boraks pada roti yang dijual di Pasar Ajibarang. Metode yang digunakan meliputi uji kualitatif menggunakan kertas turmerik dan analisis kuantitatif menggunakan metode spektrofotometri UV–Vis. Sampel terdiri dari roti cokelat, roti pia kacang, dan roti pizza. Hasil uji kualitatif menunjukkan seluruh sampel negatif terhadap kandungan boraks yang ditandai dengan tidak adanya perubahan warna dari kuning menjadi merah kecoklatan. Hasil kuantitatif menunjukkan kadar sangat rendah pada masingmasing sampel yaitu roti cokelat sebesar 0,0066%, roti pizza sebesar 0,0732%, dan roti pia kacang sebesar 0,0408%, namun nilai tersebut tidak dapat dinyatakan sebagai kadar boraks yang sebenarnya karena keterbatasan metode dan kemungkinan interferensi matriks. Kesimpulan menunjukkan seluruh sampel tidak teridentifikasi mengandung boraks.

Analisis Bilangan Peroksida Minyak Goreng pada Pedagang Gorengan di Wilayah Ajibarang Kulon

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tingginya konsumsi gorengan menuntut perhatian ekstra terhadap kualitas bahan pangan, khususnya minyak goreng yang digunakan dalam proses penggorengan. Bilangan peroksida adalah angka yang menyatakan banyaknya senyawa peroksida/hidroperoksida yang sudah terbentuk di dalam minyak akibat oksidasi selama pemrosesan atau penyimpanan yang kemudian menjadi indikator awal kerusakan minyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bilangan peroksida minyak goreng yang digunakan oleh pedagang makanan gorengan di wilayah Ajibarang Kulon. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Bilangan peroksida ditentukan dengan titrasi iodometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bilangan peroksida sampel minyak goreng dari tiga pedagang yang berbeda masing-masing adalah 10,61 mek O2/kg, 13,93 mek O2/kg, dan 27,20 mek O2/kg. Nilai-nilai ini melebihi batas maksimum yang ditetapkan dalam SNI 3741:2013, yaitu 10 mek O2/kg. Dapat disimpulkan bahwa minyak goreng yang digunakan oleh pedagang makanan gorengan di Ajibarang Kulon tidak sesuai dengan SNI 3741:2013. Dari uji t didapat t hitung sebesar 1,43, t tabel sebesar 4,30 dan p-value sebesar 0,14 yang menegaskan H0 gagal ditolak.

TINGKAT PENGETAHUAN SWAMEDIKASI PEGAL LINU PADA LANSIA DALAM PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK DI DESA KLAPAGADING WETAN KECAMATAN WANGON

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi obat analgesik untuk mengatasi pegal linu pada lansia berisiko memicu efek samping jika tidak didasari pengetahuan yang memadai. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan lansia mengenai swamedikasi pegal linu dalam penggunaan obat analgesik di Desa Klapagading, Kecamatan Wangon. Sampel berjumlah 96 lansia diperoleh melalui teknik proportionate stratified sampling di 12 RW. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi dan dianalisis secara univariat. Karakteristik responden didominasi oleh laki-laki (52%), bekerja sebagai petani (89%), dan berpendidikan dasar/SD (81%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas lansia memiliki tingkat pengetahuan kategori baik yaitu 77% (74 responden), kategori cukup 22% (21 responden), dan kategori kurang 1% (1 responden). Pemahaman tinggi ditunjukkan pada indikator definisi nyeri, aturan pakai, dan penyimpanan obat (84%–99%). Namun, pemahaman terkait risiko efek samping obat terhadap saluran pencernaan masih tergolong rendah (44%). Secara umum disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan lansia di Desa Klapagading mengenai swamedikasi pegal linu tergolong baik, meskipun edukasi terkait risiko efek samping obat masih perlu ditingkatkan.

ANALISIS KANDUNGAN FUROSEMID PADA JAMU PELANGSING YANG DIJUAL DI MARKETPLACE MENGGUNAKAN METODE KLT DAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Jamu pelangsing merupakan salah satu produk obat tradisional yang banyak digunakan masyarakat untuk menurunkan berat badan. Peredaran jamu pelangsing dengan klaim berlebih di marketplace menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan produk, terutama adanya penambahan Bahan Kimia Obat (BKO) seperti furosemid yang dilarang dalam obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menentukan kadar furosemid pada jamu pelangsing yang dijual di marketplace. Penelitian ini merupakan deskriptif eksperimental yang dilakukan di laboratorium dengan metode analisis kualitatif menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Sampel diambil secara purposive sampling sebanyak tiga produk jamu pelangsing dari Shopee berdasarkan kriteria memiliki klaim berlebih dan tingkat penjualan tinggi. Fase gerak yang digunakan adalah etil asetat : metanol (6:4), identifikasi dilakukan berdasarkan nilai Rf dan pengamatan bercak di bawah sinar UV, sedangkan penetapan kadar dilakukan menggunakan kurva kalibrasi pada panjang gelombang maksimum 371 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tiga sampel yang diuji, hanya sampel B yang positif mengandung furosemid dengan nilai Rf sebesar 0,73 dan kadar sebesar 0,759% ± 0,044%, sedangkan sampel C dan S dinyatakan negatif. Hal ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 007 Tahun 2012 tentang obat tradisional, sehingga produk tersebut melanggar ketentuan karena mengandung BKO dan berpotensi membahayakan kesehatan konsumen

STUDI ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT YANG DIGUNAKAN OLEH MASYARAKAT DI DESA GONDANG KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Etnobotani merupakan penelitian yang mempelajari hubungan antara manusia dengan tumbuhan, khususnya dalam pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional. Pengetahuan tersebut umumnya diperoleh secara turun-temurun dan masih dimanfaatkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat di Desa Gondang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, dan mengetahui manfaatnya untuk pengobatan tradisional serta cara pengolahannya untuk pengobatan tradisional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data berupa observasi dan wawancara. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu masyarakat yang dianggap mengetahui dan memanfaatkan tumbuhan obat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel serta uraian. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pemanfaatan tumbuhan obat tradisional yang dimanfaatkan masyarakat.