Abstrak
Hipertensi menurut Joint National Committee on Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure, JNC VIII, adalah suatu kondisi dimana tekanan darah lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg. Hipertensi juga memiliki kaitan erat dengan kesehatan ginjal. Hipertensi merupakan faktor pemicu utama terjadi gagal ginjal. Sebaliknya, saat fungsi ginjal mengalami gangguan maka tekanan darah pun akan meningkat dan dapat menimbulkan hipertensi. Hubungan yang kuat antara penyakit ginjal dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi, masing-masing dapat menyebabkan atau memperburuk kondisi satu dengan yang lainya, sehingga tujuan dari penggunaan antihipertensi adalah untuk mengontrol tekanan darah sehingga perkembangan penyakit gagal ginjal bisa diperlambat dan mencegah timbulnya penyakit komplikasi baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antihipertensi dan kesesuaian penggunaan antihipertensi dengan Panduan Praktik Klinis RSI Banjarnegara Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pengambilan data masa lampau tahun 2024.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 pasien yang sesuai dengan kriteria inklusi. Data penggunaan antihipertensi dan data kunjungan rawat inap diperoleh dari Instalasi Rekam Medik. Semua data tersebut kemudian dianalisis dengan membandingkan penggunaan antihipertensi pada pasien rawat inap dengan Panduan Praktik Klinis FORMULARIUM RSI Banjarnegara dan guidline PERNEFRI, KDIGO, sebagai referensi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan antihipetensi pada pasien hipertensi dengan komplikasi gagal ginjal kronik berdasarkan metode 5 T adalah tepat diagnosis 100%, tepat pasien 100%,tepat obat 100%, tepat dosis 100%, tepat interval waktu pemberian 100%.