Abstrak
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM BANJARNEGARA DENGAN METODE ATC/DDD PERIODE JANUARI-JUNI 2023 SAGUH PAMBUDI ABSTRAK Pneumonia merupakan infeksi yang menyebabkan terjadinya peradangan pada jaringan paru yang bisa dikaitkan dengan jamur, bakteri, parasit, virus, sehingga kantung paru berisi infeksius. Tingginya pemakaian antibiotik yang tidak tepat akan meningkatkan kejadian resistensi antibiotik, sehingga perlu dilakukan evaluasi untuk mengurangi angka resistensi pada pasien pneumonia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik serta evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia di RSI Banjarnegara dihitung dengan metode ATC/DDD dan DU 90% periode Januari-Juni 2023. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional yang dilakukan secara retrospektif menggunakan data rekam medis pasien pneumonia yang menjalani rawat inap di RSI Banjarnegara. Didapatkan 63 sampel rekam medis yang kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan metode ATC/DDD. Hasil penelitian yang diperoleh terdapat 8 jenis antibiotik yang digunakan sebagai terapi pneumonia yaitu Ceftriaxone (37,65%), kemudian Levofloksasin (31,76%), Merophenem (21,17%), Azithromycin (4,70%), Ceftazidime (1,18%), Moxifloxacin (1,18%), Cefotaxime (1,18%), dan Ciprofloxacin (1,18). Diperoleh nilai total DDD/100 hari rawat inap sebesar 125,93. Antibiotik yang memiliki nilai DDD/100 hari rawat inap tertinggi yaitu Ceftriaxone sebesar 47,81 dan antibiotik yang masuk dalam segmen 90% yaitu Ceftriaxone (37,96%), Levofloksasin (32,08%) dan Merophenem (21,39%).