Profil penulis
MA
586 karya publik ditemukan.
99 Pesan Positif untuk Jiwa-jiwa yang insecure dan Flop
Kitab Pedoman Pengobatan Nabi
setelah Pemakaman
Kimia Dasar Untuk Farmasi
Kimia Fisika
Penetapan Kadar Klorin (CI2) Pada Beras yang Beredar dipasar Ajibarang menggunakan metode spektrofotometri Uv-Vis
STUDI MOLECULAR DOCKING DAN ADME-T TURUNAN FLAVONOID SERTA ALKALOID DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP RESEPTOR DPP-IV SEBAGAI ANTIDIABETIK
Diabetes merupakan penyakit degeneratif yang ditandai dengan hiperglikemia. Pengobatan DM tipe 2 biasanya menggunakan obat-obat sintesis yang memiliki efek samping. Obat penghambat enzim Dipeptidyl Peptidase IV (DPP-IV) belum banyak dikaji dan potensial dalam hipoglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji isolat senyawa turunan flavonoid dan alkaloid daun pepaya dalam menghambat enzim DPP-IV. Metode in silico melalui molecular docking menjadi metode yang paling relevan dalam upaya penemuan obat baru. Molecular docking dilakukan melalui beberapa tahap diantaranya pemodelan dan optimasi struktur senyawa, preparasi protein target dan ligan, validasi docking, proses docking, dan visualisasi interaksi serta analisis ADME-T. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua senyawa turunan flavonoid daun pepaya yaitu epimedin, eupatolitin, methyl ophiopogonone b, bavachin, norcimifugin dengan nilai ΔG berturut-turut sebesar -129.14 kkal/mol; -104.82 kkal/mol; -98.5 kkal/mol; -98.92 kkal/mol; -95.71 kkal/mol dan 5 senyawa turunan alkaloid daun pepaya yaitu peimisine, 1- carbomethoxy-β-carboline, dicentrine, codonopsine, carpaine dengan nilai ΔG berturut-turut sebesar -102.88 kkal/mol; -86.67 kkal/mol; -85.84 kkal/mol; -85.7 kkal/mol; -85.1 kkal/mol, berpontensi sebagai antidiabetik. Analisis ADME-T dari senyawa turunan daun pepaya menunjukan bahwa, mayoritas senyawa terabsobsi melalui gastrointestinal, terdistribusi, dan metabolisme dengan bantuan enzim CYP450 serta beberapa senyawa bersifat toksik, tidak bersifat karsinogenik, dan tidak bersifat mutagenik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa senyawa tersebut dapat menghambat enzim DPP-IV dan harus dilakukan perbaikan struktur agar senyawa tidak bersifat toksik, karsinogenik, dan mutagenik agar dapat dijadikan sebagai kandidat obat antidiabetik.
Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Lip Cream Ekstrak Etanol Kulit Melinjo (Gnetum gnemon L.) Sebagai Pewarna Alami
Lip cream merupakan sediaan semi padat yang banyak diminati karena dapat melembapkan dengan warna merata pada bibir. Pewarna alami yang dapat dijadikan sebagai lip cream adalah kulit melinjo. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ekstrak etanol kulit melinjo (Gnetum gnemon L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan lip cream sebagai pewarna alami dan mengetahui formulasi manakah yang paling baik untuk dijadikan sebagai sediaan lip cream. Penelitian dilakukan di Laboratorium Lingkungan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman untuk uji determinasi dan Laboratorium Farmasetika STIKes Ibnu Sina Ajibarang untuk formulasi dan pengujian. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan (F0 = 0%; F1 = 5%; F2 = 10%; F3 = 15%) dan metode maserasi untuk pembuatan ekstrak. Dilakukan cycling test untuk uji stabilitas melalui parameter uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, daya oles, iritasi, dan kesukaan. Analisis data menggunakan SPSS 26 dengan uji One Way Anova, Dependent T Test, dan Independent T Test. Hasil penelitian menunjukkan semua formulasi ekstrak etanol kulit melinjo (Gnetum gnemon L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan lip cream, dibuktikan dengan nilai uji One Way Anova 0.05, namun hasil tidak stabil dengan nilai Dependent T Test 0.05. Semua uji memenuhi standar dengan nilai Independen T test > 0.05. Formulasi sediaan lip cream yang paling baik F1 (5%), didasarkan uji kesukaan dengan persentase sangat suka 24% dan suka 68%.
FORMULASI KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus
Krim merupakan sediaan semisolid berupa emulsi kental yang mengandung air tidak lebih dari 60% dan ditujukan untuk pemakaian luar. Sediaan krim memiliki keuntungan yaitu mudah menyebar rata, mudah dibersihkan atau dicuci, praktis dan cara kerjanya berlangsung pada jaringan setempat. Daun buncis mengandung senyawa flavonoid, tannin dan tripenoid yang dapat digunakan sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun buncis dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dan untuk mengetahui apakah terdapat aktivitas antibakteri pada sediaan krim ekstrak etanol daun buncis. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental. Kemudian dilakukan uji organoleptik, pemeriksaan Ph, daya sebar, daya lekat, viskositas dan diuji aktivitas antibakteri dengan difusi sumuran. Penelitian ini didapatkan hasil bahwa ekstrak etanol daun buncis dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dan memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter F1 7,44mm±1,45mm, F2 9,26mm±2,12mm dan F3 7,61±0,05mm yang termasuk dalam kategori sedang.
Pengaruh Basis (Parafin Cair dan Vaselin Album) Terhadap Sifat Fisik dan Stabilitas Sediaan Lip Balm Ekstrak Bayam Merah (Amaranthus tricolor L)
-
Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Lip Cream Ekstrak Etanol Kulit Melinjo (Gnetum gnemon L.) Sebagai Pewarna Alami
ABSTRAK Lip cream merupakan sediaan semi padat yang banyak diminati karena dapat melembapkan dengan warna merata. Pewarna alami yang dapat dijadikan sebagai lip cream adalah kulit melinjo. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ekstrak etanol kulit melinjo (Gnetum gnemon L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan lip cream sebagai pewarna alami dan mengetahui formulasi manakah yang paling baik untuk dijadikan sebagai sediaan lip cream. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan di Universitas Jenderal Soedirman untuk uji determinasi dan Laboratorium Farmasetika STIKes Ibnu Sina Ajibarang untuk formulasi serta pengujian. Sediaan lip cream dibuat dengan variasi konsentrasi (FO-0%; F15%; F2=10%; F3-15%), dilakukan uji stabilitas cycling test melalui parameter uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, daya oles, iritasi, dan kesukaan. Analisis data menggunakan One Way Anova, Dependent T Test, dan Independent T Test. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit melinjo dapat diformulasikan menjadi sediaan lip cream sebagai pewarna alami, stabil pada uji daya sebar dan daya lekat dengan nilai signifikansi (p>0.05) namun tidak stabil pada uji pH dengan nilai signifikansi (p<0.05). Semua formulasi memenuhi standar dengan nilai signifikansi (p>0.05). Formulasi sediaan lip cream yang paling baik F1 (5%), didasarkan pada uji kesukaan dengan persentase sangat suka 24% dan suka 68%.
STUDI MOLECULAR DOCKING DAN ADME-T TURUNAN FLAVONOID SERTA ALKALOID DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP RESEPTOR DPP-IV SEBAGAI ANTIDIABETIK
Diabetes merupakan penyakit degeneratif yang ditandai dengan hiperglikemia. Pengobatan DM tipe II biasanya menggunakan obat-obat sintesis dengan berbagai efek samping. Obat penghambat enzim Dipeptidyl Peptidase IV (DPP-IV) belum banyak dikaji dan potensial dalam hipoglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji senyawa turunan flavonoid dan alkaloid daun pepaya dalam menghambat enzim DPP-IV melalui molecular docking dan mengetahui profil ADME-T. Tempat penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental deskripif. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua senyawa turunan flavonoid daun pepaya yaitu epimedin, eupatolitin, methyl ophiopogonone b, bavachin, norcimifugin dengan nilai ΔG berturut-turut dalam kkal/mol sebesar -129.14; -104.82; -98.5; - 98.92; -95 berpontensi sebagai antidiabetik. Kemudian senyawa turunan alkaloid daun pepaya yaitu peimisine, 1-carbomethoxy-β-carboline, dicentrine, codonopsine, carpaine dengan nilai ΔG berturut-turut dalam kkal/mol sebesar - 102.88; -86.67; -85.84; -85.7; -85.1 berpontensi sebagai antidiabetik. Analisis ADME-T dari senyawa turunan flavonoid dan alkaloid daun pepaya menunjukan mayoritas senyawa terabsorbsi melalui gastrointestinal, terdistribusi melalui blood brain barrier, termetabolisme dengan bantuan enzim CYP450, dan dapat diekskresikan oleh tubuh. Beberapa senyawa bersifat toksik, tidak bersifat karsinogenik, dan tidak bersifat mutagenik.
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN KAKAO MUDA DAN KAKAO TUA (Theobroma Cacao L.) DENGAN METODE FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power)
Antioksidan adalah senyawa yang dapat digunakan untuk menangkal radikal bebas. Daun kakao muda dan daun kakao tua digunakan dalam penelitian perbandingan ini karena pada daun tersebut memiliki kandungan polifenol yang berbeda yaitu pada daun kakao muda memiliki kandungan polifenol sebesar 19,0% dan pada daun kakao tua kandungan polifenolnya sebesar 28,4%. Perbedaan kandungan polifenol tersebut juga berpengaruh pada aktivtas antioksidannya. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah antara daun kakao muda dan daun kakao tua memiliki perbedaan aktivitas antioksidan yang signifikan atau tidak serta untuk mengetahui perbedaan nilai IC₅₀ pada daun kakao muda dan daun kakao tua. Metode yang digunakan yaitu metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant). Metode FRAP digunakan untuk menunjukkan reaksi transfer elektron dari antioksidan ke senyawa Feᵌ⁺-TPTZ. Konsentrasi ekstrak daun kakao muda dan daun kakao tua yang digunakan yaitu 20, 40, 60, 80, dan 100 ppm. Pengujian aktivitas antioksidan ini dilakukan dengan menggunakan spektrovotometri Uv-Vis dengan panjang gelombang maksimum yang didapat yaitu 592 nm. Uji aktivitas antioksidan pada ekstrak daun kakao muda dan daun kakao tua menghasilkan nilai IC₅₀ berurutan sebesar 79,415 ppm dan 26,458 ppm dengan kategori kuat dan sangat kuat.
Peningkatan Aktivitas Antibakteri Fraksi Etil Asetat Ekstrak Etanol Akar Kangkung Air ( Ipomea aquatica forssk ) Terhadap Escherichia coli
Evaluasi Penggunaan Obat Asma Rawat Jalan RSU Aprilia Cilacap Periode Tahun 2023
Evaluasi Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Purwokerto Tahun 2024
Rumah sakit merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan secara paripurna yang meliputi pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat. Kepuasan pasien adalah persepsi pasien bahwa harapannya telah terpenuhi, Tujuan penelitian untuk mengetahui angka kepuasan pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Purwokerto berdasarkan dimensi Bukti Nyata (Tangibles), Ketanggapan (Responsiveness), Jaminan (Assurance), Empati (Emphaty) dan Kehandalan (Reliability). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah accidental sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan responden berjenis kelamin perempuan dengan persentase 65,6%. dengan kategori umur dewasa dengan persentase 49,5%. Riwayat pendidikan SMA dengan persentase 43%, pekerjaan wiraswasta dengan persentase 29,0%. Hasil tingkat kepuasan berdasarkan 5 dimensi yaitu bukti nyata 74,19%, ketanggapan 75,91%, jaminan 75,91%, empati 73,76%, kehandalan 75,27%. Saran penelitian selanjutnya untuk peneliti diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik responden dengan tingkat kepuasan pasien.
Evaluasi Penyimpanan Obat di Instalasi Farmasi Rawat Inap RSU Wiradadi Husada Banyumas
Pharmaceutical services in hospitals are an inseparable part of the hospital health service system which is oriented towards patient service, providing quality and affordable pharmaceutical preparations, medical devices and consumable medical materials for all levels of society, including pharmaceutical services. One of the most important aspects in pharmaceutical logistics management is the storage function. Good storage of pharmaceutical preparations must meet the requirements in accordance with the Standard regulations of the Republic of Indonesia Minister of Health No. 72 of 2016. The aim of this research is to determine the standards of the drug storage system in the Inpatient Pharmacy Installation at Wiradadi Husada Hospital Banyumas based on the Republic of Indonesia Minister of Health Regulation No. 72 of 2016. This type of research is non-analytic, observational descriptive research with prospective data collection by conducting data collection and interviews through direct observation of the storage system. The samples in this study were all drug items in the Inpatient Pharmacy Installation at Wiradadi Husada Hospital, Banyumas. The results of this study show that 80% of the drug storage standards are in good condition, 100% of the storage component standards are in the appropriate category, 80% of the storage method standards are in the good category, 100% of the drug storage at room temperature is in the appropriate category, cold temperature drug storage 100% is in the appropriate category, 100% of narcotic and psychotropic drug storage is in the appropriate category, 82% of LASA drug storage is in the good category, and 54% of high alert medication storage is in the not in accordance with RI Minister of Health Regulation No. 72 of 2016 concerning Pharmaceutical Service Standards in Hospitals. Keywords: Evaluation, Medicine Storage, Pharmacy Installation, Hospital
Evaluasi Penggunaan Obat Asma pada Pasien Asma Rawat Jalan RSU Aprilia Cilacap Tahun Periode Januari 2023 - Desember 2023
KAJIAN PERESEPAN OBAT PADA PASIEN RAWAT JALAN POLI PENYAKIT DALAM DI RUMAH SAKIT UMUM ANANDA PURWOKERTO TAHUN 2023
Kajian Peresepan Obat Pada Pasien Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam di Rumah Sakit Ananda Purwokerto Periode Januari-Desember 2023. Kajian aspek administrasi, farmasetis dan klinis menggunakan accidental sampling