Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MA

587 karya publik ditemukan.

2026: 372025: 902024: 202023: 1272022: 1182021: 190

Riset Bisnis untuk Pengambilan Keputusan

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini terdiri dari 13 bab, membahas 3 hal pokok yaitu:  Riset bisnis dalam hubungannya dengan proses pengambilan keputusan dimana riset bisnis merupakan salah satu komponen penting dalam proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pihak manajemen, yaitu sebagai salah satu solusi untuk memecahkan masalah manajerial saat ini dan masa yang akan dating.  Metode riset yang membahas masalah metode praktis dalam dunia riset yang di aplikasikab dalam dunia bisnis yang dilengkapi dengan konsep, pengertian, dan proseudr riset bisnis.  Pengenalan teknologi informasi dan computer sebagai sarana koleksi data, pembuatan instrument elektronik untuk pencarian data primer di server yang tersebar di seluruh penjuru dunia, metode dan strategi pencarian data sekunder secara online dengan memanfaatkan search engines, directories dan meta search engines dan metode analisis menggunakan perangkat lunak SPSS. Pada buku ini juga disajikan contoh area riset bisnis yang meliputi area riset dibidang sumber daya manusia, pemasaran, dan keuangan. Contoh kuesioner elektronik untuk koleksi data demografi konsumen, data dat kepuasan pelanggan dan evaluasi website perusahaan.

EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DI PUSKESMAS PURWOKERTO UTARA II TAHUN 2024

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DI PUSKESMAS PURWOKERTO UTARA II TAHUN 2024 Lulu Mukaromah ABSTRAK Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi akut yang menyerang organ saluran pernafasan bagian atas dan saluran pernafasan bagian bawah. Berdasarkan Data Dinas Kesehatan Jawa Tengah, kasus ISPA mengalami peningkatan yang konsisten yaitu dari 53,3% menjadi 67,7%. Di Indonesia, sebanyak 60% penderita penderita infeksi saluran pernafasan akut ( ISPA) mengkonsumsi antibiotik dengan tidak tepat. Tujuan yaitu mengetahui profil penggunaan antibiotik dan Mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotik yang digunakan pasien ISPA ditinjau dari aspek tepat diagnosis, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, dan tepat lama pemberian sesuai dengan Kemenkes Tahun 2019. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian observasional deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan mengumpulkan data berupa rekam medis pasien ISPA yang di berikan terapi antibiotik. Berdasarkan hasil penelitian sebanyak 97 pasien ISPA di Puskesmas Purwokerto Utara II tahun 2024 yaitu paling banyak antibiotik yang digunakan pada golongan penicillin dengan jenis amoxicillin sebanyak 53 pasien (54,64%). Rasionalitas penggunaan antibiotik menurut Kemenkes 2019 mendapatkan hasil tepat pasien 100%, tepat diagnosa 100%, tepat obat 69,07%, tepat dosis 83, 51%, dan tepat lama pemberian sebesar 7, 22%. Kata Kunci : Evaluasi Rasionalitas, ISPA, Antibiotik, Puskesmas

PENGARUH BASIS (PARAFIN CAIR DAN VASELIN ALBUM) TERHADAP SIFAT FISIK DAN STABILITAS SEDIAAN LIP BALM EKSTRAK BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L)

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lip balm merupakan suatu sediaan yang diaplikasikan pada bibir guna mencegah terjadinya pengeringan bibir dan melindungi dari pengaruh lingkungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ekstrak daun bayam merah dapat diformulasikan menjadi sediaan lip balm dan mengatahui apakah basis parafin cair dan vaselin album dapat berpengaruh pada uji sifat fisik dan stabilitas sediaan lip balm. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan di Universitas Jendral Soedirman untuk uji determinasi dan Laboratorium Farmasetika STIkes Ibnu Sina Ajibarang untuk formulasi serta pengujian. Sediaan lip balm dibuat dengan variasi basis parafin cair (F1= 30%) dan vaseliin album (F2= 30%), dilakukan uji stabilitas cycling test melalui parameter uji organoleptis, homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji hedonik. Analisi data menggunakamn Dependent T Test dan Independent T Test. Hasil menunjukan bahwa ekstrak daun bayam merah dapat diformulasikan menjadi sediaan lip balm, setiap formulasi berbentuk semi padat dan homogen, tatapi F2 replikasi 2 dan 3 masih terdapat pertikel kasar, sediaan F1 dan F2 berwarna hijau kecoklatan, dan hasil uji pH, uji daya sebar dan uji daya lekat tidak mengalami perubahan signifikan setelah cycling test. Uji kesukaan menunjukan bahwa panelis lebih suka pada F1 (basis parafin cair) dengan persentase suka 25%.

EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DI PUSKESMAS PURWOKERTO UTARA II TAHUN 2024

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi akut yang menyerang organ saluran pernafasan bagian atas dan saluran pernafasan bagian bawah. Berdasarkan Data Dinas Kesehatan Jawa Tengah, kasus ISPA mengalami peningkatan yang konsisten yaitu dari 53,3% menjadi 67,7%. Di Indonesia, sebanyak 60% penderita penderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) mengkonsumsi antibiotik dengan tidak tepat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik dan Mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotik yang digunakan pasien ISPA ditinjau dari aspek tepat diagnosis, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, dan tepat lama pemberian sesuai dengan Kemenkes Tahun 2019. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian observasional deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan mengumpulkan data berupa rekam medis pasien ISPA yang di berikan terapi antibiotik. Berdasarkan hasil penelitian sebanyak 97 pasien ISPA di Puskesmas Purwokerto Utara II tahun 2024 yaitu paling banyak antibiotik yang digunakan pada golongan penicillin dengan jenis amoxicillin sebanyak 53 pasien (54,64%). Rasionalitas penggunaan antibiotik menurut Kemenkes 2019 mendapatkan hasil tepat pasien 100%, tepat diagnosa 100%, tepat obat 69,07%, tepat dosis 83, 51%, dan tepat lama pemberian sebesar 7, 22%. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu masih terdapat ketidakrasionalan dalam penggunaan antibiotik dalam tepat obat sebesar 30,93%, tidak tepat dosis sebesar 7,22% dan tidak tepat lama pemberian sebesar 92,78%.