Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MA

593 karya publik ditemukan.

2026: 432025: 902024: 202023: 1272022: 1182021: 190

Sosialisasi Vaksin Sinovac di Desa Rancabanteng, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas

· Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

<p style="margin-left:1cm;"> 1.&nbsp;&nbsp; Mengaplikasikan kefarmasian yang berkaitan dengan COVID-19, Pencegahan COVID-19 dan Vaksinasi di dalam masyarakat</p> <p style="margin-left:1cm;"> 2.&nbsp;&nbsp; Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang COVID-19 dan vaksinasi</p> <p style="margin-left:1cm;"> 3.&nbsp;&nbsp; Mendorong masyarakat agar mau melakukan vaksinasi COVID-19</p> <p style="margin-left:1cm;"> 4.&nbsp;&nbsp; Memperkenalkan kampus STIKes Ibnu Sina Ajibarang kepada masyarakat</p>

ANALISIS KADAR SAKARIN SEBAGAI PEMANIS BUATAN DALAM MINUMAN ES DAWET YANG DIJUAL DI JALAN RAYA JATILAWANG - RAWALO

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS KADAR SAKARIN SEBAGAI PEMANIS BUATAN DALAM MINUMAN ES DAWET YANG DIJUAL DI JALAN RAYA JATILAWANG - RAWALO Dewi, Maudi Yuliana Sintia1*, Novita Endang Fitriyani1 D3 Analis Farmasi dan Makanan, STIKes Ibnu Sina Ajibarang E-mail: [email protected] ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya kandungan dan kadar sakarin dalam minuman es dawet (minuman berupa campuran air gula, santan, dan cendol biasanya dicampur dengan es sehingga berubah warna menjadi coklat) yang dijual di Jalan Raya Jatilawang-Rawalo. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan Total Sampling, yaitu mengambil semua sampel dari populasi yang ada.Berdasarkan pengambilan sampel terdapat 25 sampel yang diteliti, kemudian dilakukan uji kualitatif dengan menggunakan pereaksi FeCl3 dan uji kuantitatif dengan metode titrasi alkalimetri. Uji kualitatif dari semua sampel tersebut diperoleh hasil 18 sampel mengandung sakarin, yang menunjukkan adanya perubahan warna/endapan coklat menjadi ungu. Kadar sakarin dalam sampel berkisar antara 0,36-11,05 mg/kg. Kadar sakarin tertinggi yaitu 11,05 mg/kg pada sampel 22 dan kadar sakarin terendah yaitu 0,36 dari sampel 2. Menurut Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 kadar maksimal sakarin dalam minuman yang diperbolehkan untuk dikonsumsi yaitu 300 mg/kg. Kadar sakarin dalam sampel yang diperoleh masih di bawah batas yang telah ditetapkan. Kata Kunci: Sakarin, Minuman Es Dawet, Titrasi

Alzheimer dalam Berbagai Tahapannya

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Banyak orang beranggapan bahwa penyakit Alzheimer dan dimensia itu berbeda. Padahal sebenarnya demensia merupakan payung yang menaungi beberapa penyakit yang salah satunya adalah Alzheimer. Penyakit Alzheimer menyebabkan masalah daya ingat, kemampuan berpikir, logika dan perilaku. Orang yang merawat atau caregiver memegang peran terpenting dalam membantu mengelola penyakit ini. Buku ini akan memandu para caregiver dengan sejumlah kiat praktis, strategi dan solusi nyata untuk berbagai masalah. Ketika anda membutuhkan informasi akurat, panduan, peneguhan,dukungan, motivasi dan inspirasi, buku ini ada untuk Anda.

A to Z Penyakit Gerd

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Gerd yang termasuk penyakit saluran cerna bagian atas, makin hari makin banyak ditemukan. Namun, banyak orang yang belum paham tentang GERD. GERD terjadi akibat ketidakseimbangan antara faktor pertahanan dan penyerang lambung. Selain menjelaskan tentang oenyebab, faktor resiko, mekanisme penyakit, diagnosis, dan penatalaksanaannya, buku ini memberikan info terkini tentang tips diet praktis alias pantangan yang sebaiknya dihindari, yang juga tidak klah pentingnya dibanding obat, untuk mencegah dan mengobati GERD.

Manajemen Pemasaran

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini teriri dari 8 Bab yang isinya memuat pengantar manajemen pemasaran, hakekat manajemenpemasaran, analisis bisnis pasar , strategi pemasaran dalam bisnis, strategi produk dalam pemasaran, penetapan positioning, promosi, dan evaluasi konsep pemasaran

Analisis Autentifikasi Makanan (Minyak dan Lemak)

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini membahss autentifikasi makanan dengan berbagai teknis analisis, seperti spektroskopi, kromatografi, differential scanning clorimetry, dan real-time polymerase chain reaction. Dalam buku ini juga membahas prosedur analisis autentifikasi minyak dan lemak sehingga memudahkan pembaca untuk melakukan analisis.

Formulasi Krim Ekstrak Etanol 70% Daun Buncis (Phaseolus vulgaris L) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Krim merupakan sediaan semisolid berupa emulsi kental yang mengandung air tidak lebih dari 60% dan ditujukan untuk pemakaian luar. Daun buncis mengandung senyawa flavonoid, tannin dan tripenoid yang dapat digunakan sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol 70% daun buncis dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dan untuk mengetahui apakah terdapat aktivitas antibakteri pada sediaan krim ekstrak etanol 70% daun buncis. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Mikrobiologi, Kimia dan Teknologi Farmasi Universitas Ibnu Sina Ajibaranang. Jenis penelitian merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan metode difusi sumuran pada uji aktivitas antibakteri dan diuji sifat fisik sediaan yaitu uji organoleptik, pemeriksaan pH, daya sebar, daya lekat, viskositas. Analisis data pada penelitian ini menggunakan SPSS 27 pada uji one way anova dan uji T tidak Berpasangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak etanol 70% daun buncis tidak dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan krim pada semua perlakukan (F1, F2 dan F3), hal ini disebabkan karena uji daya sebar tidak memenuhi persyaratan yang baik pada sediaan krim dan memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter F1 1,63mm±0,84mm, F2 3,08mm±1,35mm dan F3 1,8±0,66mm yang termasuk dalam kategori lemah. Hasil analisis menunjukan bahwa krim ekstrak etanol daun buncis memiliki perbedaan siginifikan sebesar nilai signifikan <0.001(p<0,05)

TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK DESTA FARMA BELIK TAHUN 2025/2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK DESTA FARMA BELIK TAHUN 2025 IQLIMA OVI AMELIA ABSTRAK Apotek merupakan layanan medis yang banyak dikunjungi sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk memperoleh obat, tetapi juga sebagai tempat informasi dan edukasi kesehatan terkait penggunaan obat yang tepat, aman, dan efektif. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Desta Farma Belik berdasarkan 5 dimensi yaitu kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), empati (emphaty) dan bukti langsung (tangible). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 67,0% dengan kategori umur 31-50 tahun sebanyak 72,0%. Riwayat pendidikan SMA 41,0%, pekerjaan wiraswasta 34,0%. Hasil tingkat kepuasan berdasarkan 5 dimensi yaitu kehandalan 92,4%, ketanggapan 92,4%, jaminan 98,8%, empati 90,8%, bukti langsung 90,0%, dengan rata-rata sebesar 92,48% dikaterogikan sangat puas. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Desta Farma Belik sebesar 92,48% yang dikategorikan sangat puas.

TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK BANJARAN TAHUN 2026

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pergeseran paradigma pelayanan kefarmasian menjadi berorientasi pada pasien (patient-oriented) serta semakin ketatnya persaingan usaha apotek di Kecamatan Salem menuntut Apotek Banjaran untuk mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Banjaran Tahun 2026 berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangible. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 94 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien secara keseluruhan berada pada kategori sangat puas dengan rata-rata indeks kepuasan kumulatif sebesar 85,15%. Berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, dimensi reliability (kehandalan) memperoleh indeks kepuasan sebesar 85,31%, dimensi responsiveness (daya tanggap) sebesar 84,74%, dimensi assurance (jaminan) sebesar 87,02%, dimensi empathy (empati) sebesar 84,05%, dan dimensi tangible (bukti langsung) sebesar 83,62%. Dimensi assurance merupakan dimensi dengan tingkat kepuasan tertinggi, sedangkan dimensi tangible merupakan dimensi dengan tingkat kepuasan terendah. Rendahnya kepuasan pada dimensi tangible terutama berkaitan dengan keterbatasan ketersediaan stok obat dan fasilitas fisik yang masih perlu ditingkatkan. Secara keseluruhan, pelayanan kefarmasian di Apotek Banjaran telah memenuhi harapan pasien dengan kategori sangat puas. Namun, peningkatan pengelolaan ketersediaan stok obat serta perbaikan dan pemeliharaan fasilitas fisik perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien.

FORMULASI KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN BUNCIS ( Phaseolus vulgaris L) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Krim merupakan sediaan semisolid berupa emulsi kental yang mengandung air tidak lebih dari 60% dan ditujukan untuk pemakaian luar. Sediaan krim memiliki keuntungan yaitu mudah menyebar rata, mudah dibersihkan atau dicuci, praktis dan cara kerjanya berlangsung pada jaringan setempat. Daun buncis mengandung senyawa flavonoid, tannin dan tripenoid yang dapat digunakan sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun buncis dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dan untuk mengetahui apakah terdapat aktivitas antibakteri pada sediaan krim ekstrak etanol daun buncis. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental. Kemudian dilakukan uji organoleptik, pemeriksaan Ph, daya sebar, daya lekat, viskositas dan diuji aktivitas antibakteri dengan difusi sumuran. Penelitian ini didapatkan hasil bahwa ekstrak etanol daun buncis dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dan memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter F1 7,44mm±1,45mm, F2 9,26mm±2,12mm dan F3 7,61±0,05mm yang termasuk dalam kategori sedang.

SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BATANG BANGLE (Zingiber montanum) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat menyebabkan berbagai jenis infeksi pada manusia. Penggunaan antibakteri secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi, sehingga diperlukan sumber antibakteri alami yang berpotensi digunakan sebagai alternatif. Bangle (Zingiber montanum (J.Koenig) Link ex A.Dietr.) merupakan salah satu tanaman yang secara empiris telah digunakan dalam pengobatan tradisional dan diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder serta aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% batang bangle (Zingiber montanum) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang meliputi proses ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, skrining fitokimia, dan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Konsentrasi ekstrak etanol batang bangle yang digunakan dalam pengujian antibakteri yaitu 40%, 50%, dan 60%, dengan aquadest sebagai kontrol negatif. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% batang bangle mengandung senyawa metabolit sekunder berupa senyawa saponin, tanin, flavonoid, dan alkaloid. Hasil pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% batang bangle pada konsentrasi 40%, 50%, dan 60% menunjukan adanya aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, dengan hasil zona hambat masing-masing sebesar 17,79 mm, 26,82 mm, dan 23,52 mm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 70% batang bangle memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus pada konsentrasi yang diuji.

PENAPISAN VIRTUAL SENYAWA DOMINAN BALAKACIDA (Chromolaena odorata) SEBAGAI INHIBITOR EGFR UNTUK KANKER KOLOREKTAL

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kanker kolorektal merupakan salah satu penyebab kematian akibat kanker tertinggi di dunia, dan reseptor Epidermal Growth Factor Receptor (EGFR) menjadi target terapi penting karena berperan pada proliferasi sel kanker. Chromolaena odorata (balakacida) mengandung senyawa fitokimia yang berpotensi sebagai inhibitor EGFR alami. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi afinitas pengikatan dan interaksi molekuler 15 senyawa dominan C. odorata terhadap EGFR, serta memprediksi profil drug-likeness dan ADMET senyawa kandidat terbaik. Penelitian merupakan studi in silico dengan penapisan virtual berbasis structure-based drug design menggunakan metode molecular docking terhadap EGFR (PDB ID: 3POZ), dengan Gefitinib dan Erlotinib sebagai kontrol positif. Protokol divalidasi melalui redocking ligan ko-kristal (RMSD 1,9216 Å 2,0 Å). Drug-likeness dinilai dengan Lipinski’s Rule of Five, dan profil ADMET diprediksi menggunakan pkCSM, SwissADME, ProTox-3, dan Toxtree. Hasil docking menunjukkan pola afinitas flavonoid > asam fenolik > terpenoid. Rutin memiliki afinitas tertinggi (S = -9,6027 kkal/mol), setara kontrol positif Gefitinib (-9,6051 kkal/mol). Evaluasi Lipinski menunjukkan 14 dari 15 senyawa memenuhi kriteria; hanya Rutin yang tidak memenuhi. Dengan mempertimbangkan keseimbangan afinitas, drug-likeness, farmakokinetik, dan keamanan, Hesperetin (S = -7,1879 kkal/mol) dan Eriodictyol (S = -6,9400 kkal/mol) ditetapkan sebagai kandidat inhibitor EGFR terbaik, dengan profil keamanan lebih baik dibandingkan Gefitinib dan Erlotinib. Kedua senyawa berpotensi dikembangkan sebagai inhibitor EGFR alami untuk kanker kolorektal dan direkomendasikan untuk pengujian in vitro lebih lanjut.

FORMULASI KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Krim merupakan sediaan semisolid berupa emulsi kental yang mengandung air tidak lebih dari 60% dan ditujukan untuk pemakaian luar. Sediaan krim memiliki keuntungan yaitu mudah menyebar rata, mudah dibersihkan atau dicuci, praktis dan cara kerjanya berlangsung pada jaringan setempat. Daun buncis mengandung senyawa flavonoid, tannin dan tripenoid yang dapat digunakan sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun buncis dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dan untuk mengetahui apakah terdapat aktivitas antibakteri pada sediaan krim ekstrak etanol daun buncis. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental. Kemudian dilakukan uji organoleptik, pemeriksaan Ph, daya sebar, daya lekat, viskositas dan diuji aktivitas antibakteri dengan difusi sumuran. Penelitian ini didapatkan hasil bahwa ekstrak etanol daun buncis dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dan memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter F1 7,44mm±1,45mm, F2 9,26mm±2,12mm dan F3 7,61±0,05mm yang termasuk dalam kategori sedang.

PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PENGETAHUAN PERILAKU KONSUMSI OBAT PELANGSING TRADISIONAL DIKALANGAN REMAJA DI DESA PETARANGAN

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Media sosial menjadi sumber informasi utama remaja dan berpengaruh terhadap keputusan kesehatan, termasuk penggunaan obat pelangsing tradisional. Informasi yang tidak selalu terverifikasi dapat membentuk pengetahuan dan perilaku konsumsi yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media sosial terhadap pengetahuan dan perilaku konsumsi obat pelangsing tradisional pada remaja di Desa Petarangan. Pengambilan data menggunakan kuisioner dengan metode penelitian purposive sampling dalam penentuan responden. Jenis penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Dari 32 responden menunjukan hasil tingkat pengetahuan baik (56,3%) dan perilaku konsumsi tinggi (56,3%) terhadap obat pelangsing tradisional. Pada paparan media sosial tinggi memiliki pengetahuan baik (76,5%) dan perilaku konsumsi tinggi (70,6%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara media sosial dengan pengetahuan (p = 0,018) dan perilaku konsumsi (p = 0,032) obat pelangsing tradisional. Kesimpulannya media sosial berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan perilaku konsumsi obat pelangsing tradisional, sehingga diperlukan edukasi kesehatan dan literasi digital pada remaja.

STUDI ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT YANG DIGUNAKAN OLEH MASYARAKAT DI DESA GONDANG KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Etnobotani merupakan penelitian yang mempelajari hubungan antara manusia dengan tumbuhan, khususnya dalam pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional. Pengetahuan tersebut umumnya diperoleh secara turun-temurun dan masih dimanfaatkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat di Desa Gondang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, dan mengetahui manfaatnya untuk pengobatan tradisional serta cara pengolahannya untuk pengobatan tradisional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data berupa observasi dan wawancara. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu masyarakat yang dianggap mengetahui dan memanfaatkan tumbuhan obat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel serta uraian. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pemanfaatan tumbuhan obat tradisional yang dimanfaatkan masyarakat.