Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Antalgin
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis kualitatif dan kuantitatif Bahan Kimia Obat (BKO) Paracetamol dan Antalgin Pada Jamu Pegal Linu Yang Beredar di Toko Online Shopee dengan Metode spektrofotometri Uv-Vis

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jamu masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dalam menjaga kesehatan. Namun demikian, tidak sedikit produsen jamu yang tidak bertanggung jawab dengan menambahkan Bahan Kimia Obat (BKO) seperti paracetamol dan antalgin ke dalam produk jamu pegal linu untuk memberikan efek yang lebih cepat dirasakan oleh konsumen. Padahal, penambahan BKO dalam jamu dilarang karena dapat membahayakan kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan paracetamol dan antalgin pada jamu pegal linu yang dijual di platform toko online Shopee, serta untuk mengetahui kadar dari masing-masing BKO tersebut. Metode yang digunakan meliputi analisis kualitatif berupa uji reaksi warna dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), serta analisis kuantitatif menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Sampel jamu pegal linu yang digunakan yaitu jamu dengan penjualan terlaris di Shopee. Berdasarkan hasil uji reaksi warna dan KLT, dua dari tiga sampel menunjukkan positif mengandung paracetamol dan antalgin. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa kadar paracetamol. Masing-masing sampel berturut-turut sebesar 0,29% ; 0,276% dan 0,665%. Sedangkan kadar antalgin berturut-turut sebesar 0,97% ; 0,56% dan 1,176%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa masih terdapat sampel pegal linu yang mengandung BKO paracetamol dan antalgin.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS BAHAN KIMIA OBAT (BKO) PARACETAMOL DAN ANTALGIN PADA JAMU PEGAL LINU YANG BEREDAR DI TOKO ONLINE DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV - VIS

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jamu masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dalam menjaga kesehatan. Namun demikian, tidak sedikit produsen jamu yang tidak bertanggung jawab dengan menambahkan Bahan Kimia Obat (BKO) seperti paracetamol dan antalgin ke dalam produk jamu pegal linu untuk memberikan efek yang lebih cepat dirasakan oleh konsumen. Padahal, penambahan BKO dalam jamu dilarang karena dapat membahayakan kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan paracetamol dan antalgin pada jamu pegal linu yang dijual di platform toko online Shopee, serta untuk mengetahui kadar dari masing-masing BKO tersebut. Metode yang digunakan meliputi analisis kualitatif berupa uji reaksi warna dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), serta analisis kuantitatif menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Sampel jamu pegal linu yang digunakan yaitu jamu dengan penjualan terlaris di Shopee. Berdasarkan hasil uji reaksi warna dan KLT, dua dari tiga sampel menunjukkan positif mengandung paracetamol dan antalgin. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa kadar paracetamol. Masing-masing sampel berturut-turut sebesar 0,29% ; 0,276% dan 0,665%. Sedangkan kadar antalgin berturut-turut sebesar 0,97% ; 0,56% dan 1,176%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa masih terdapat sampel pegal linu yang mengandung BKO paracetamol dan antalgin.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail