Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Anak
DaftarKartu
ResearchOpen AccessMetadata saja

SOSIALISASI DAN PENYULUHAN PENCEGAHAN STUNTING DAN PENINGKATAN GIZI UNTUK TUMBUH KEMBANG ANAK

•Hasil Penelitian dan Pengabdian

<p> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dilakukan di dua tempat yaitu yaitu Desa Bungkanel, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga dan Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. PKM ini berupa sosialisasi dan penyuluhan dengan tema Pencegahan <em>Stunting</em> dan Peningkatan Gizi untuk Tumbuh Kembang Anak. Sasaran PKM di masing-masing desa adalah kader-kader kesehatan dan tenaga medis yang diundang dalam pertemuan kegiatan PKM ini. Harapan setelah kegiatan ini dilaksanakan adalah kader maupun tenaga kesehatan dapat mengaplikasikan informasi yang telat didapat kepada masyarakat umum terutama orang tua yang memiliki balita atau anak-anak, ibu hamil, dan remaja perempuan, sehingga tidak ada lagi balita dan anak-anak di desa mitra yang mengalami stunting, memperbaiki tumbuh kembang serta kualitas kehidupan anak yang telah mengalami stunting, serta diharapkan dapat menurunkan angka stunting di desa mitra.</p> <p> Desa Bungkanel merupakan salah satu dari 13 desa yang ada di wilayah Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga, dengan luas 228.100 Ha dan terbagi dalam empat Kadus yang antara lain Kadus I, II, III, dan IV. Sebelah utara desa berbatasan dengan Desa Brakas, sebelah timur desa berbatasan dengan Desa Jambu, sebelah selatan desa berbatasan dengan Desa Kabunderan, dan sebelah barat desa berbatasan dengan Desa Lumpang. Jumlah penduduk desa sebesar 3.009 jiwa. Angka stunting di Kabupaten Purbalingga sendiri cukup tinggi dan warga masyarakat Desa Bungkanel diwakili oleh kader kesehatan mengajukan permintaan untuk diadakannya penyuluhan mengenai stunting.</p> <p> Gununglurah adalah sebuah desa yang terletak kurang lebih 10 km arah barat laut dari ibu kota Kabupaten Banyumas, Purwokerto. Desa ini merupakan desa dengan penduduk nomor lima terbesar di Kecamatan Cilongok. Pemerintah menetapkan 1.000 desa prioritas intervensi stunting yang berada di 100 kabupaten/kota dan 34 provinsi. Pemilihan desa ditentukan dengan melihat jumlah penduduk desa (data BPS dan Kemendagri tahun 2015), jumlah penduduk miskin desa (basis data terpadu BPS/TNP2K), tingkat kemiskinan desa (hasil perhitungan tingkat kemiskinan tahun 2014), dan penderita gizi buruk di desa selama 3 tahun terakhir. Desa Gununglurah termasuk dalam 1.000 desa prioritas intervensi stunting di Indonesia.</p> <p align="center"> &nbsp;</p>

66 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ResearchOpen AccessMetadata saja

BELAJAR BARENG ANAK BANGSA DI DESA TUMIYANG KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN BANYUMAS JAWA TENGAH

•Hasil Penelitian dan Pengabdian

<ol> <li style="margin-left: 42.55pt;"> Bertambahnya pemahaman anak-anak usia sekolah yang terdampak pandemi covid-19 terhadap pelajaran/ materi bahasa Inggris</li> <li style="margin-left: 42.55pt;"> Bertambahnya pemahaman anak-anak usia sekolah akan pentingnya mempelajari pelajaran dan materi bahasa Inggris secara kontinu walaupun pembelajaran sekolah dikerjakan secara daring</li> <li style="margin-left: 42.55pt;"> Bertambahnya pemahaman masyarakat dalam usaha pembinaan pihak stikes Ibnu Sina Ajibarang kepada anak-anak dalam mempelajari bahasa Inggris</li> <li style="margin-left: 42.55pt;"> Memberikan pemahaman akan dampak positif dalam menguasai materi bahasa Inggris untuk masa depan yang lebih cerah</li> <li style="margin-left: 42.55pt;"> Mengajarkan cara-cara belajar bahasa Inggris yang mudah dan menyenangkan.</li> </ol>

66 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Anak Penderita Diare Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Islam Banjarnegara Tahun 2022

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diare adalah suatu keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal atau tidak seperti biasanya. Perubahan yang terjadi berupa perubahan peningkatan volume, keenceran, dan frekuensi dengan atau tanpa lendir darah, seperti lebih dari 3 kali/hari dan pada neonatus lebih dari 4 kali/hari. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional pada pasien anak penderita masih banyak terjadi di berbagai belahan dunia. Sebanyak 40-60% peresepan antibiotik di Indonesia tidak tepat indikasi, dimana pasien sebenarnya tidak mengalami infeksi akibat bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan antibiotik kasus pasien anak penderita diare di Rumah Sakit Islam Banjarnegara periode 2022. Metode penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan pendekatan restrospektif. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dan pengumpulan data menggunakan rekam medis pasien. Hasil penelitian ini menunjukan pasien yang paling banyak menderita diare adalah berjenis kelamin laki-laki 53 orang (64,6%), penggunaan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah Bactesyn (57,3%). Kerasionalan penggunaan antibiotik pada pasien anak dengan diare berdasarkan kriteria tepat diagnosis (100%), tepat pasien (100%), tepat obat (100%), tepat dosis (87,32%) dan tepat lama pemberian (97,18%).

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail