Abstrak
Tanda-tanda bahwa anak mengalami susah makan dan kemudian akan memicu terjadinya gizi buruk adalah sangat terbatasnya asupan nutrisi dan nafsu makan yang berkurang. Rimpang temu ireng,temulawak, kencur dan jahe memiliki kandungan minyak atsiri, kurkumin, xanthorizol, gingerol dan flavonoid pada tiap tanaman yang dapat meningkatkan berat badan serta nafsu makan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Farmakologi STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan frekuensi optimal dalam pemberian infusa kombinasi terhadap berat badan dan konsumsi pakan mencit. Jenis penelitian ini adalah true experimental dengan metode Pre-Post test control design. Sebanyak 28 ekor mencit jantan terbagi menjadi empat kelompok. Kelompok P0 (aquadest), kelompok P1 (pemberian ½ x dosis), kelompok P2 (pemberian 1x dosis) dan kelompok P3 (pemberian 1 ½ x dosis). Seluruh kelompok perlakuan diaklimatisasi selama 7 hari, kemudian diberi perlakuan sesuai dosis yang telah ditentukan, lalu dilakukan pengamatan kenaikan berat badan dan konsumsi pakan selama 28 hari. Analisis data dilakukan menggunakan uji t-test berpasangan, uji One Way ANOVA, dilanjutkan dengan uji Post-hoc LSD. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terhadap kenaikan berat badan yang signifikan pada kelompok P2 (p=0.000) dan konsumsi pakan pada seluruh kelompok pada minggu pertama, ketiga dan keempat. (p0,05).