Abstrak
Bau badan merupakan salah satu masalah yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Bau badan biasanya disebabkan karena keluarnya keringat yang menyebabkan bau tidak sedap. Bau tidak sedap pada badan biasanya timbul karena adanya aktivitas bakteri seperti Staphylococcus aureus. Penggunaan deodoran merupakan salah satu cara untuk mengurangi atau mencegah timbulnya bau badan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah daun gamal (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth) dapat diformulasikan sebagai zat aktif pada sediaan deodoran roll on dan untuk mengetahui apakah sediaan deodoran roll on daun gamal (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus sebagai penyebab bau badan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmakognosi, Laboratorium Teknologi Farmasi, dan Laboratorium Mikrobiologi STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian ini adalah eksperimental menggunakan metode sumuran dengan variasi konsentrasi ekstrak daun gamal (F0= 0; F1=15%; F2=25%; F3=35%). Kontrol positif (F4) yang digunakan yaitu Rexona antibakteri. Parameter yang dievaluasi antara lain uji fisik organoleptis, homogenitas, viskositas, pH, uji iritasi kulit, dan zona hambat bakteri. Analisis data penelitian ini menggunakan progam SPSS 25 dengan uji One Way Anova dan dilanjutkan dengan Post Hoc LSD. Hasil penelitian ini menunjukan ekstrak daun gamal dapat diformulasikan sebagai zat aktif pada sediaan deodoran roll on pada semua formulasi (F1; F2; F3). Hal ini ditunjukan dari hasil semua formulasi (F1; F2; F3) yang homogen, pH yang sesuai, viskositas yang sesuai antara 255,84-3194,52 mpa.s dan sediaan tidak mengiritasi kulit. Sediaan deodoran roll on ekstrak daun gamal memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan terbentuknya zona hambat pada permukaan media agar di formulasi (F1= 8,66 mm; F2= 9,58 mm; F3= 13 mm) dengan kategori zona hambat F1 & F2 sedang dan F3 kategori kuat.