Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Ternyata Anak Pertama yang Penuh Luka Itu Aku

Koleksi Perpustakaan•Gradien Mediatama•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Kenapa tidak ada yang pernah bilang kalau menjadi anak pertama itu begitu menyakitkan! Tidak pernah bercerita, tapi selalu berusaha terlihat baik-baik saja. Sekalinya mengeluh, tidak ada yang peduli. Bahkan kehadirannya di rumah, dianggap tidak terlalu penting. Anak pertama itu kini tengah mencari jalan pulangnya. Ia sedang berusaha menemukan kembali cinta yang utuh dari orang tuanya. Berusaha menguatkan kedua bahunya yang tak pernah dirangkul lagi oleh ayah dan ibunya. Anak pertama yang hidupnya babak belur itu, ternyata adalah aku.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Ternyata Anak Pertama yang Penuh Luka Itu Aku2026 · oai:ais:library-item:11837