Abstrak
ADHD merupakan salah satu gangguan neurodevelopmental yang disebabkan oleh ketidakseimbangan dopamin dan norepinephrine, terapi ADHD umumnya menggunakan obat sintesis dengna efek samping mual, sakit perut, dan insomnia, sehingga diperlukan terapi alternatif berbasis tanaman. Daun pegagan bersifat neoroprotektif dan antioksidan yang berpotensi memodulasi aktivitas sistemsaraf pusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh infusa daun pegagan terhadap aktivitas mencit model ADHD serta menentukan konsentrasi yang optimal. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmakologi Universitas Ibnu Sina Ajibarang. Metode penelitian ini menggunakan desain eksperimental in vivo. Mencit diinduksi sukrosa 15% dan dibagi menjadi kontrol positif. kontrol negatif, serta kelompok perlakuan infusa daun pegagan konsentrasi 10%, 50%, dan 90%. Aktivitas lokomotor diamamti menggunakan metode Open Field Test pada zona putih, zona flip, dan zona tengah pada hari ke-0,7,14, dan 28. Penelitian ini dilakukan menggunakan SPSS versi 29.0 melalui uji Paired Sample t-test, Wilcoxon, One-Way ANOVA, dan Post Hoc Tukey. Hasil menunjukan adanya pengaruh signifikan infusa infusa daun pegagan terhadap aktivitas lokomotor, terutama pada zona flip dan zona tengah (p<0,05). Uji Post HOC Tukey menunjukan perbedaan signifikan pada zona flip antara kontrol negatif dengan konsentrasi 50% (p=0,013)dan 90% (p=0,030), sehingga konsentrasi 50% dinilai sebagai konsentrasi paling optimal.