Abstrak
Nyamuk menjadi vektor utama penyebab kasus DBD di Indonesia. Pada periode Januari – Mei 2023 terdapat 35.694 kasus DBD. Kemenkes juga melaporkan total kematian akibat DBD mencapai 270 kasus yang mana kasus kematian tertinggi terdapat di Jawa Tengah sebanyak 68 jiwa. Salah satu upaya pengendalian vector penyakit tersebut yaitu dengan penggunaan anti nyamuk. Produk anti nyamuk yang tersebar saat ini mengandung bahan kimia, yang mana berdampak negatif terhadap kesehatan manusia. Salah satu tanaman yang mudah ditemukan dan dapat digunakan sebagai anti nyamuk yaitu daun singkong. Daun singkong mengandung flavonoid dan saponin yang dapat menghambat makan serangga dan juga mengandung sianida yang dapat merusak spirakel sehingga nyamuk tidak dapat bernapas dan akhirnya mati.