Sindy Kartikasari
2026 · Book · Open Access
Penyakit jantung hipertensi atau Hypertensive Heart Disease (HHD) memerlukan terapi farmakologis kompleks yang berisiko menimbulkan Drug Related Problems (DRPs). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan DRPs pada penggunaan obat antihipertensi pasien rawat jalan, mengetahui karakteristiknya berdasarkan klasifikasi American Society of Hospital Pharmacists (ASHP), mengidentifikasi kasus DRPs yang paling dominan. Penelitian ini merupakan studi non-eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif terhadap 82 rekam medis pada bulan Januari-Oktober 2025 menggunakan metode simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh temuan kasus DRPs yang teridentifikasi merupakan interaksi obat yang mencakup 60,98% dari total keseluruhan sampel pasien (50 kasus dari 82 pasien). Interaksi yang paling sering muncul adalah kombinasi golongan CCB dan beta-bloker. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengawasan klinis ketat terhadap interaksi obat sangat diperlukan untuk menjaga keselamatan pasien.
Nurbita Almadira Putri
2026 · Book · Open Access
Krim merupakan sediaan semisolid berupa emulsi kental yang mengandung air tidak lebih dari 60% dan ditujukan untuk pemakaian luar. Daun buncis mengandung senyawa flavonoid, tannin dan tripenoid yang dapat digunakan sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol 70% daun buncis dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dan untuk mengetahui apakah terdapat aktivitas antibakteri pada sediaan krim ekstrak etanol 70% daun buncis. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Mikrobiologi, Kimia dan Teknologi Farmasi Universitas Ibnu Sina Ajibaranang. Jenis penelitian merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan metode difusi sumuran pada uji aktivitas antibakteri dan diuji sifat fisik sediaan yaitu uji organoleptik, pemeriksaan pH, daya sebar, daya lekat, viskositas. Analisis data pada penelitian ini menggunakan SPSS 27 pada uji one way anova dan uji T tidak Berpasangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak etanol 70% daun buncis tidak dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan krim pada semua perlakukan (F1, F2 dan F3), hal ini disebabkan karena uji daya sebar tidak memenuhi persyaratan yang baik pada sediaan krim dan memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter F1 1,63mm±0,84mm, F2 3,08mm±1,35mm dan F3 1,8±0,66mm yang termasuk dalam kategori lemah. Hasil analisis menunjukan bahwa krim ekstrak etanol daun buncis memiliki perbedaan siginifikan sebesar nilai signifikan <0.001(p<0,05)
IQLIMA OVI AMELIA
2026 · Book · Open Access
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK DESTA FARMA BELIK TAHUN 2025 IQLIMA OVI AMELIA ABSTRAK Apotek merupakan layanan medis yang banyak dikunjungi sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk memperoleh obat, tetapi juga sebagai tempat informasi dan edukasi kesehatan terkait penggunaan obat yang tepat, aman, dan efektif. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Desta Farma Belik berdasarkan 5 dimensi yaitu kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), empati (emphaty) dan bukti langsung (tangible). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 67,0% dengan kategori umur 31-50 tahun sebanyak 72,0%. Riwayat pendidikan SMA 41,0%, pekerjaan wiraswasta 34,0%. Hasil tingkat kepuasan berdasarkan 5 dimensi yaitu kehandalan 92,4%, ketanggapan 92,4%, jaminan 98,8%, empati 90,8%, bukti langsung 90,0%, dengan rata-rata sebesar 92,48% dikaterogikan sangat puas. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Desta Farma Belik sebesar 92,48% yang dikategorikan sangat puas.
Eva Ciptorini
2026 · Book · Open Access
Jelang Akbar
2026 · Book · Open Access
ABSTRAK
Persaingan distributor alat kesehatan yang ketat menuntut peningkatan kualitas
pelayanan untuk menjaga kepuasan mitra. Studi pendahuluan menunjukkan
adanya keluhan apotek terkait keterlambatan pengiriman dan kekosongan stok
produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pelayanan PT.
Maliawan Mulia Medicatama terhadap kepuasan apotek di Wilayah Tegal. Jenis
penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional.
Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling melibatkan 65 apotek
mitra aktif. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis lima dimensi
SERVQUAL (bukti fisik, keandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati). Secara
keseluruhan, tingkat kepuasan apotek berada pada kategori sangat puas dengan
persentase rata-rata 83,96%. Nilai kepuasan tertinggi dicapai oleh dimensi
ketanggapan (responsiveness) sebesar 85,8%, sedangkan dimensi bukti fisik
(tangible) memperoleh persentase terendah sebesar 82,4% akibat adanya keluhan
berkala terkait kekosongan stok. Kualitas pelayanan PT. Maliawan Mulia
Medicatama dinilai sangat memuaskan oleh apotek mitra. Namun, perusahaan
disarankan untuk meningkatkan pengelolaan ketersediaan stok barang dan
ketepatan waktu pengiriman guna meminimalkan hambatan distribusi.
Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pelanggan, Apotek, Alat Kesehatan,
SERVQUAL, PT.Maliawan Mulia Medicatama
None
2026 · Book · Open Access
FAIZ AULIA RAMADHAN
2026 · Book · Open Access
NIA WULANDARI
2026 · Book · Open Access
None
2026 · Book · Open Access
Peningkatan prevalensi hiperurisemia mendorong pencarian alternatif pengobatan berbahan alam yang memiliki efek samping lebih rendah dibandingkan obat sintetik. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai agen antihiperurisemia adalah cabai merah (Capsicum annuum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas athiperurisemia ekstrak etanol cabai merah terhadap penurunan kadar asam urat darah pada mencit jantan (Mus musculus) yang diinduksi kalium oksonat. Penelitian ini dilakukan di laboratorium universitas ibnu sina ajibarang menggunakan 20 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (allopurinol), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak etanol cabai merah dosis 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, dan 600 mg/kgBB. Hiperurisemia diinduksi menggunakan kalium oksonat. Pengukuran kadar asam urat dilakukan pada hari ke-0, hari ke-14, hari ke-21, dan hari ke-28. Kemudian dianalisi menggunakan One-Way ANOVA dengan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelompok perlakuan ekstrak mampu menurunkan kadar asam urat dibandingkan kontrol negatif. Dosis 600 mg/kgBB memberikan persentase penurunan kadar asam urat tertinggi di antara kelompok ekstrak, yaitu sebesar 4,25 mg/dL pada hari ke 28. Meskipun uji ANOVA menunjukan tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan. Kesimpulanya,ekstrak etanol cabai merah (Capsicum annuum L.) memiliki potensi sebagai agen antihiperurisemia pada mencit jantan (Mus musculus).
NURUL ASFIA
2026 · Book · Open Access
Peningkatan prevalensi hiperurisemia mendorong pencarian alternatif pengobatan berbahan alam yang memiliki efek samping lebih rendah dibandingkan obat sintetik. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai agen antihiperurisemia adalah cabai merah (Capsicum annuum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas athiperurisemia ekstrak etanol cabai merah terhadap penurunan kadar asam urat darah pada mencit jantan (Mus musculus) yang diinduksi kalium oksonat. Penelitian ini dilakukan di laboratorium universitas ibnu sina ajibarang menggunakan 20 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (allopurinol), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak etanol cabai merah dosis 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, dan 600 mg/kgBB. Hiperurisemia diinduksi menggunakan kalium oksonat. Pengukuran kadar asam urat dilakukan pada hari ke-0, hari ke-14, hari ke-21, dan hari ke-28. Kemudian dianalisi menggunakan One-Way ANOVA dengan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelompok perlakuan ekstrak mampu menurunkan kadar asam urat dibandingkan kontrol negatif. Dosis 600 mg/kgBB memberikan persentase penurunan kadar asam urat tertinggi di antara kelompok ekstrak, yaitu sebesar 4,25 mg/dL pada hari ke 28. Meskipun uji ANOVA menunjukan tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan. Kesimpulanya,ekstrak etanol cabai merah (Capsicum annuum L.) memiliki potensi sebagai agen antihiperurisemia pada mencit jantan (Mus musculus).
FICKI FAJRIATUL KHUSNA
2026 · Book · Open Access
Latar Belakang: Pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang memiliki angka kejadian tinggi di RSUD Majenang. Penggunaan terapi antibiotik yang tepat dan efisien sangat penting dalam mengoptimalkan luaran klinis pasien serta mengendalikan biaya pelayanan kesehatan, khususnya pada pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN/BPJS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas biaya dari penggunaan antibiotik ceftriaxone injeksi dan levofloxacin infus pada pasien pneumonia rawat inap di RSUD Majenang tahun 2024.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif dengan rancangan studi observasional secara retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling terhadap rekam medis dan data keuangan pasien rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi, dengan total 35 sampel pasien (20 pasien ceftriaxone injeksi dan 15 pasien levofloxacin infus). Parameter yang dianalisis meliputi total biaya medis langsung, efektivitas klinis berdasarkan lama rawat inap (Length of Stay/LOS), serta kalkulasi Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER).
Hasil: Karakteristik pasien didominasi oleh laki-laki (57,14%) dan kelompok usia lanjut (54,29%). Rata-rata lama rawat inap (Length of Stay) kelompok ceftriaxone injeksi adalah 3,55 hari dengan rata-rata total biaya medis langsung sebesar Rp6.029.490,-. Pada kelompok levofloxacin infus, rata-rata lama rawat inap adalah 4,00 hari dengan rata-rata total biaya medis langsung sebesar Rp6.388.413,-. Hasil perhitungan ACER untuk ceftriaxone injeksi dan levofloxacin infus masing-masing sebesar Rp1.698.448,-/hari dan Rp1.597.103,-/hari. Nilai ICER yang diperoleh adalah sebesar Rp797.607,-. Berdasarkan pemetaan Cost-Effectiveness Plane (CEP), ceftriaxone berada pada Kuadran II (Dominan).
Kesimpulan: Penggunaan antibiotik ceftriaxone injeksi lebih cost-effective dibandingkan levofloxacin infus pada pengobatan pasien pneumonia rawat inap di RSUD Majenang tahun 2024 karena menghasilkan total biaya medis langsung yang lebih rendah dan lama perawatan yang lebih singkat.
NURBITA ALMADIRA PUTRI
2026 · Book · Open Access
Krim merupakan sediaan semisolid berupa emulsi kental yang mengandung air tidak lebih dari 60% dan ditujukan untuk pemakaian luar. Sediaan krim memiliki keuntungan yaitu mudah menyebar rata, mudah dibersihkan atau dicuci, praktis dan cara kerjanya berlangsung pada jaringan setempat. Daun buncis mengandung senyawa flavonoid, tannin dan tripenoid yang dapat digunakan sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun buncis dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dan untuk mengetahui apakah terdapat aktivitas antibakteri pada sediaan krim ekstrak etanol daun buncis. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental. Kemudian dilakukan uji organoleptik, pemeriksaan Ph, daya sebar, daya lekat, viskositas dan diuji aktivitas antibakteri dengan difusi sumuran. Penelitian ini didapatkan hasil bahwa ekstrak etanol daun buncis dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dan memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter F1 7,44mm±1,45mm, F2 9,26mm±2,12mm dan F3 7,61±0,05mm yang termasuk dalam kategori sedang.
None
2026 · Book · Open Access
Penggunaan kosmetik dengan klaim pemutih dikalangan remaja semakin meningkat. Pada tahun 2024 BBPOM telah mencatat beberapa produk pemutih wajah yang mengandung bahan berbahaya, hal ini menimbulkan potensi risiko Kesehatan pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap siswi SMK YPE Sampang terhadap penggunaan kosmetik dengan klaim pemutih. Tempat penelitian dilakukan di SMK YPE Sampang dan di SMK Bakti Husada Sumpiuh untuk pengambilan uji validitas dan uji reliabilitas. Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan metode penelitian purposive random sampling dengan jumlah responden 80 siswi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan IBM SPSS versi 22. Analisis hubungan menggunakan uji korelasi chi-square. Hasil dalam penelitian ini menunjukan tingkat pengetahuan siswi mengenai kosmetik dengan klaim pemutih didapati kategori kurang, dengan persentase total 52%. Namun, sikap siswi dalam penggunaan kosmetik dengan klaim pemutih menunjukan kategori baik, dengan persentase total 77%, hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value sebesar 0,502 (p > 0,05), yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara tingkat pengetahuan dan sikap siswi terhadap penggunaan kosmetik dengan klaim pemutih.
ZULFA SALSABILA
2026 · Book · Open Access
Penggunaan kosmetik dengan klaim pemutih dikalangan remaja semakin meningkat. Pada tahun 2024 BBPOM telah mencatat beberapa produk pemutih wajah yang mengandung bahan berbahaya, hal ini menimbulkan potensi risiko Kesehatan pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap siswi SMK YPE Sampang terhadap penggunaan kosmetik dengan klaim pemutih. Tempat penelitian dilakukan di SMK YPE Sampang dan di SMK Bakti Husada Sumpiuh untuk pengambilan uji validitas dan uji reliabilitas. Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan metode penelitian purposive random sampling dengan jumlah responden 80 siswi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan IBM SPSS versi 22. Analisis hubungan menggunakan uji korelasi chi-square. Hasil dalam penelitian ini menunjukan tingkat pengetahuan siswi mengenai kosmetik dengan klaim pemutih didapati kategori kurang, dengan persentase total 52%. Namun, sikap siswi dalam penggunaan kosmetik dengan klaim pemutih menunjukan kategori baik, dengan persentase total 77%, hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value sebesar 0,502 (p > 0,05), yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara tingkat pengetahuan dan sikap siswi terhadap penggunaan kosmetik dengan klaim pemutih.
None
2026 · Book · Open Access
AMALIA AGUSTINA
2026 · Book · Open Access
Media sosial menjadi sumber informasi utama remaja dan berpengaruh terhadap keputusan kesehatan, termasuk penggunaan obat pelangsing tradisional. Informasi yang tidak selalu terverifikasi dapat membentuk pengetahuan dan perilaku konsumsi yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media sosial terhadap pengetahuan dan perilaku konsumsi obat pelangsing tradisional pada remaja di Desa Petarangan. Pengambilan data menggunakan kuisioner dengan metode penelitian purposive sampling dalam penentuan responden. Jenis penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Dari 32 responden menunjukan hasil tingkat pengetahuan baik (56,3%) dan perilaku konsumsi tinggi (56,3%) terhadap obat pelangsing tradisional. Pada paparan media sosial tinggi memiliki pengetahuan baik (76,5%) dan perilaku konsumsi tinggi (70,6%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara media sosial dengan pengetahuan (p = 0,018) dan perilaku konsumsi (p = 0,032) obat pelangsing tradisional. Kesimpulannya media sosial berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan perilaku konsumsi obat pelangsing tradisional, sehingga diperlukan edukasi kesehatan dan literasi digital pada remaja.
SRI WAHYUNINGSIH
2026 · Book · Open Access
Etnobotani merupakan cabang ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan tumbuhan, khususnya pemanfaatan sumber daya tanaman dalam kehidupan masyarakat. Tanaman berkhasiat obat adalah tumbuhan yang digunakan sebagai bahan pengobatan, baik yang dibudidayakan maupun yang tumbuh liar, berdasarkan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun. Bagian tanaman yang dimanfaatkan meliputi akar, batang, biji, buah, bunga, daun, kulit batang, rimpang, umbi, serabut, serta seluruh bagian tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, khasiat, dan cara pengolahan tanaman berkhasiat obat yang digunakan dalam pengobatan tradisional oleh masyarakat Desa Serayu Larangan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 75 jenis tanaman berkhasiat obat yang dimanfaatkan masyarakat. Jahe merupakan tanaman yang paling banyak digunakan dengan persentase 26%. Jenis penyakit yang umum diobati meliputi batuk, asam lambung, diare, pegal-pegal, hipertensi, kolesterol, asam urat, gangguan buang air kecil, dan sakit perut, dengan persentase tertinggi yaitu pegal-pegal dengan prsentase 20%. Cara pengolahan dilakukan dengan berbagai metode seperti direbus, digeprek, diseduh, diparut, ditumbuk, dimakan langsung, diblender, dikeringkan, diperas, dioles, dan digunakan langsung. Metode yang paling sering digunakan adalah direbus dengan prsentase 58%.
None
2026 · Book · Open Access
Etnobotani merupakan penelitian yang mempelajari hubungan antara manusia dengan tumbuhan, khususnya dalam pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional. Pengetahuan tersebut umumnya diperoleh secara turun-temurun dan masih dimanfaatkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat di Desa Gondang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, dan mengetahui manfaatnya untuk pengobatan tradisional serta cara pengolahannya untuk pengobatan tradisional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data berupa observasi dan wawancara. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu masyarakat yang dianggap mengetahui dan memanfaatkan tumbuhan obat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel serta uraian. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pemanfaatan tumbuhan obat tradisional yang dimanfaatkan masyarakat.
AULIA RAHMA
2026 · Book · Open Access
Etnobotani merupakan penelitian yang mempelajari hubungan antara manusia dengan tumbuhan, khususnya dalam pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional. Pengetahuan tersebut umumnya diperoleh secara turun-temurun dan masih dimanfaatkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat di Desa Gondang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, dan mengetahui manfaatnya untuk pengobatan tradisional serta cara pengolahannya untuk pengobatan tradisional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data berupa observasi dan wawancara. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu masyarakat yang dianggap mengetahui dan memanfaatkan tumbuhan obat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel serta uraian. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pemanfaatan tumbuhan obat tradisional yang dimanfaatkan masyarakat.
SINDY KARTIKA SARI
2026 · Book · Open Access
Penyakit jantung hipertensi atau Hypertensive Heart Desease (HHD) memerlukan terapi farmakologis kompelks yang berisiko menimbulkan Drug Related Problems (DRPs). Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik DRPs berdasarkan klasifikasi American Society of Hospital Pharmacist (ASHP), mengetahui keberadaan DRPs pada penggunaan obat antihipertensi pasien rawat jalan, dan mengetahui kasus DRPs yang dominan terjadi di RSU Ananda tahun 2025. Metode penelitian ini bersifat deskriptif deskriptif non-eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif melalui 82 rekam medis pada bulan Januari-Oktober 2025 menggunakan metode simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik DRPs pada kategori indikasi yang tidak diobati, pemilihan obat yang tidak tepat, dosis subterapeutik, gagal menerima dosis, overdosis, reaksi obat yang merugikan, dan obat tanpa indikasi tidak ditemukan (0%). Keberadaan DRPs teridentifikasi sebanyak 50 kasus dari total sampel. Kasus DRPs yang banyak terjadi adalah interaksi obat sebanyak 50 kasus (60,98%), dengan temuan paling sering pada kombinasi golongan CCB dan beta-bloker. Berdasarkan hasil tersebut, dapat simpulkan bahwa pengawasan klinis ketat terhadap interaksi obat sangat diperlukan untuk menjaga keselamatan pasien