None
2026 · Thesis · Open Access
Peningkatan prevalensi hiperurisemia mendorong pencarian alternatif pengobatan berbahan alam yang memiliki efek samping lebih rendah dibandingkan obat sintetik. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai agen antihiperurisemia adalah cabai merah (Capsicum annuum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas athiperurisemia ekstrak etanol cabai merah terhadap penurunan kadar asam urat darah pada mencit jantan (Mus musculus) yang diinduksi kalium oksonat. Penelitian ini dilakukan di laboratorium universitas ibnu sina ajibarang menggunakan 20 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (allopurinol), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak etanol cabai merah dosis 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, dan 600 mg/kgBB. Hiperurisemia diinduksi menggunakan kalium oksonat. Pengukuran kadar asam urat dilakukan pada hari ke-0, hari ke-14, hari ke-21, dan hari ke-28. Kemudian dianalisi menggunakan One-Way ANOVA dengan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelompok perlakuan ekstrak mampu menurunkan kadar asam urat dibandingkan kontrol negatif. Dosis 600 mg/kgBB memberikan persentase penurunan kadar asam urat tertinggi di antara kelompok ekstrak, yaitu sebesar 4,25 mg/dL pada hari ke 28. Meskipun uji ANOVA menunjukan tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan. Kesimpulanya,ekstrak etanol cabai merah (Capsicum annuum L.) memiliki potensi sebagai agen antihiperurisemia pada mencit jantan (Mus musculus).
None
2026 · Thesis · Open Access
Penggunaan kosmetik dengan klaim pemutih dikalangan remaja semakin meningkat. Pada tahun 2024 BBPOM telah mencatat beberapa produk pemutih wajah yang mengandung bahan berbahaya, hal ini menimbulkan potensi risiko Kesehatan pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap siswi SMK YPE Sampang terhadap penggunaan kosmetik dengan klaim pemutih. Tempat penelitian dilakukan di SMK YPE Sampang dan di SMK Bakti Husada Sumpiuh untuk pengambilan uji validitas dan uji reliabilitas. Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan metode penelitian purposive random sampling dengan jumlah responden 80 siswi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan IBM SPSS versi 22. Analisis hubungan menggunakan uji korelasi chi-square. Hasil dalam penelitian ini menunjukan tingkat pengetahuan siswi mengenai kosmetik dengan klaim pemutih didapati kategori kurang, dengan persentase total 52%. Namun, sikap siswi dalam penggunaan kosmetik dengan klaim pemutih menunjukan kategori baik, dengan persentase total 77%, hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value sebesar 0,502 (p > 0,05), yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara tingkat pengetahuan dan sikap siswi terhadap penggunaan kosmetik dengan klaim pemutih.
None
2026 · Thesis · Open Access
None
2026 · Thesis · Open Access
Etnobotani merupakan penelitian yang mempelajari hubungan antara manusia dengan tumbuhan, khususnya dalam pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional. Pengetahuan tersebut umumnya diperoleh secara turun-temurun dan masih dimanfaatkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat di Desa Gondang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, dan mengetahui manfaatnya untuk pengobatan tradisional serta cara pengolahannya untuk pengobatan tradisional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data berupa observasi dan wawancara. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu masyarakat yang dianggap mengetahui dan memanfaatkan tumbuhan obat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel serta uraian. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pemanfaatan tumbuhan obat tradisional yang dimanfaatkan masyarakat.
None
2026 · Thesis · Open Access
Necrosis pulpa merupakan kondisi kematian jaringan pulpa akibat infeksi bakteri atau trauma yang menjadi salah satu kasus terbanyak di layanan kesehatan gigi. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional pada kondisi ini berisiko menimbulkan resistensi antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien necrosis pulpa di Klinik dr. Shalam Purbalingga tahun 2025. Metode yang digunakan adalah deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif melalui kajian rekam medis terhadap 100 pasien. Rasionalitas dievaluasi berdasarkan lima parameter WHO, yaitu tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, dan tepat cara pemberian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien didominasi perempuan (64%) dan kelompok usia dewasa 26–45 tahun (38%). Antibiotik yang paling banyak diresepkan adalah amoksisilin (88%), diikuti cefixime (8%), clindamycin (3%), dan metronidazole (1%). Evaluasi terhadap kelima parameter rasionalitas seluruhnya mencapai 100%, meliputi tepat pasien, tepat indikasi, tepat dosis, tepat obat, dan tepat cara pemberian. Disimpulkan bahwa penggunaan antibiotik pada pasien necrosis pulpa di Klinik dr. Shalam Purbalingga tahun 2025 telah memenuhi standar rasionalitas sesuai kriteria WHO, Formularium Nasional, dan pedoman ADA, serta mencerminkan penerapan prinsip antibiotic stewardship yang baik.
None
2026 · Thesis · Open Access
None
2026 · Thesis · Open Access
None
2026 · Thesis · Open Access
EKA ALFIANI
2026 · Thesis · Open Access
Peningkatan prevalensi hiperkolesterolemia mendorong pencarian alternatif pengobatan berbahan alam dengan efek samping lebih rendah dibandingkan obat sintetik. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah daun pakis sayur (Diplazium esculentum (Retz.) Swartz). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun pakis sayur memiliki efek terhadap kadar kolesterol total dan dosis berapa yang paling baik dalam menurunkan kadar kolesterol total pada mencit jantan. Penelitian eksperimental ini dilakukan di Laboratorium Farmakologi Universitas Ibnu Sina Ajibarang menggunakan 25 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (Na-CMC), kontrol positif (simvastatin), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak etanol daun pakis sayur dosis 14 mg, 28 mg, dan 56 mg. Hiperkolesterolemia diinduksi dengan propiltiourasil (PTU) dan kuning telur puyuh. Kadar kolesterol total diukur pada hari ke-0, ke-14, ke-21, dan ke-28, dan dianalisis dengan One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua dosis ekstrak etanol daun pakis sayur menurunkan kadar kolesterol total. Dosis ekstrak etanol pakis sayur 56 mg (F4) merupakan dosis paling baik menurunkan kadar kolesterol total hingga 24,0% dengan rerata 122,2 mg/dL, meskipun uji ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok.
None
2026 · Thesis · Open Access
None
2026 · Thesis · Open Access
MUJI SETIYAWATI
2026 · Thesis · Open Access
Penggunaan obat yang tidak tepat dapat menyebabkan kegagalan terapi, efek samping, hingga resistensi obat. Program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar) diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penggunaan obat yang rasional, namun masyarakat Desa Sidabowa, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas masih banyak yang belum memahami konsep ini, khususnya pada obat sediaan topikal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap program DAGUSIBU obat sediaan topikal di wilayah tersebut. Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional cross-sectional dengan teknik accidental sampling pada warga Desa Sidabowa berusia 30–54 tahun yang menggunakan obat topikal. Jumlah sampel dihitung menggunakan rumus Slovin (kesalahan 10%) dari populasi 3.094 jiwa, menghasilkan 97 responden yang tersebar di 9 RW. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Guttman (pengetahuan) dan Likert (sikap), kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi pada SPSS. Hasil penelitian diharapkan menggambarkan tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat serta hubungan bermakna antara keduanya, mengingat pengetahuan berperan penting dalam membentuk sikap terhadap penggunaan obat yang benar. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan pihak terkait dalam merancang program edukasi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran rasional penggunaan obat melalui DAGUSIBU.
EVA CIPTORINI
2026 · Thesis · Open Access
Pemenuhan kebutuhan zat gizi mikro penting selama masa kehamilan. Pemerintah kini mulai mentransisikan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) menjadi suplemen Multiple Micronutrient Supplement (MMS) yang mengandung 15 jenis vitamin dan mineral esensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi tablet MMS pada ibu hamil di Desa Cikembulan, Kecamatan Pekuncen, Banyumas. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 31 ibu hamil yang diambil menggunakan Teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan tablet MMS dan lembar kontrol kepatuhan konsumsi. Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori usia reproduksi sehat (80,6%), berstatus tidak bekerja (93,5%), pendidikan SMA (54,8%), berstatus primipara (38,7%), dan kunjungan ANC yang ideal (80,6%). Tingkat pengetahuan didominasi kategori sedang (51,6%) dan tingkat kepatuhan konsumsi berada pada kategori patuh tinggi (71,0%). Hasil uji menggunakan Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi tablet MMS pada ibu hamil di Desa Cikembulan, Kecamatan Pekuncen, Banyumas. Kata Kunci: Ibu Hamil, Kepatuhan Konsumsi, Pengetahuan, Tablet MMS
FINA PUJI LESTARI
2026 · Thesis · Open Access
FAIZ AULIA RAMADHAN
2026 · Thesis · Open Access
WILLY ROMADHON
2026 · Thesis · Open Access
FATIHATU ZAHRO
2026 · Thesis · Open Access
Krim pencerah wajah yang dijual secara daring berpotensi mengandung bahan berbahaya seperti hidrokuinon yang penggunaannya dibatasi dalam produk kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan dan menentukan kadar hidrokuinon pada krim pencerah merek X yang dijual di Shopee.penelitian dilakukan secara kualitatif menggunakan metode kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan kuantitatif menggunakan Spektrofotometri UV-Vis terhadap 4 sampel yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis KLT dilakukan menggunakan fase diam silika gel GF254 dan fase gerak metanol:kloroform (25:25), kemudian diamati pada sinar UV 254 nm. Penetapan kadar dilakukan menggunakan Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 295 nm. Hasil penelitian menunjukkan sampel C dan sampel D mengandung hidrokuinon dengan nilai Rf sebesar 0,8 mendekati nilai Rf baku hidrokuinon 0,91, sedangkan sampel A dan B negatif. Rata-rata kadar hidrokuinon pada sampel C sebesar 14,3975% ± 1,110% dan sampel D sebesar 16,545% ± 0,643%. Hasil uji Independent Sampel t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan kadar hidrokuinon antar kedua sampel (p=0,172), tetapi kadar keduanya jauh melebihi batas BPOM RI sebesr 0,02%. Berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 23 Tahun 2019, kedua sampel tidak memenuhi persyaratan keamanan kosmetik.
HASNA RIZKI SAFIRA
2026 · Thesis · Open Access
Necrosis pulpa merupakan kondisi kematian jaringan pulpa akibat infeksi bakteri atau trauma yang menjadi salah satu kasus terbanyak di layanan kesehatan gigi. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional pada kondisi ini berisiko menimbulkan resistensi antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien necrosis pulpa di Klinik dr. Shalam Purbalingga tahun 2025. Metode yang digunakan adalah deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif melalui kajian rekam medis terhadap 100 pasien. Rasionalitas dievaluasi berdasarkan lima parameter WHO, yaitu tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, dan tepat cara pemberian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien didominasi perempuan (64%) dan kelompok usia dewasa 26–45 tahun (38%). Antibiotik yang paling banyak diresepkan adalah amoksisilin (88%), diikuti cefixime (8%), clindamycin (3%), dan metronidazole (1%). Evaluasi terhadap kelima parameter rasionalitas seluruhnya mencapai 100%, meliputi tepat pasien, tepat indikasi, tepat dosis, tepat obat, dan tepat cara pemberian. Disimpulkan bahwa penggunaan antibiotik pada pasien necrosis pulpa di Klinik dr. Shalam Purbalingga tahun 2025 telah memenuhi standar rasionalitas sesuai kriteria WHO, Formularium Nasional, dan pedoman ADA, serta mencerminkan penerapan prinsip antibiotic stewardship yang baik
RETNO NUR AMALINA
2026 · Thesis · Open Access
Makanan merupakan kebutuhan penting manusia yang harus memenuhi aspek gizi serta keamanan pangan. Roti sebagai salah satu produk pangan yang banyak dikonsumsi, berpotensi mengalami penyalahgunaan bahan tambahan pangan, salah satunya boraks yang dilarang berdasarkan PERMENKES RI No. 033 Tahun 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan kadar boraks pada roti yang dijual di Pasar Ajibarang. Metode yang digunakan meliputi uji kualitatif menggunakan kertas turmerik dan analisis kuantitatif menggunakan metode spektrofotometri UV–Vis. Sampel terdiri dari roti cokelat, roti pia kacang, dan roti pizza. Hasil uji kualitatif menunjukkan seluruh sampel negatif terhadap kandungan boraks yang ditandai dengan tidak adanya perubahan warna dari kuning menjadi merah kecoklatan. Hasil kuantitatif menunjukkan kadar sangat rendah pada masingmasing sampel yaitu roti cokelat sebesar 0,0066%, roti pizza sebesar 0,0732%, dan roti pia kacang sebesar 0,0408%, namun nilai tersebut tidak dapat dinyatakan sebagai kadar boraks yang sebenarnya karena keterbatasan metode dan kemungkinan interferensi matriks. Kesimpulan menunjukkan seluruh sampel tidak teridentifikasi mengandung boraks.
AKMALIYAH
2026 · Thesis · Open Access