2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kajian Peresepan Obat Pada Pasien Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam di Rumah Sakit Ananda Purwokerto Periode Januari-Desember 2023. Kajian aspek administrasi, farmasetis dan klinis menggunakan accidental sampling
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
-
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anemia merupakan suatu kondisi dimana saat tubuh mengalami penurunan kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan kadar hematokrit. Rimpang temu ireng, temulawak, kencur dan jahe, mempunyai kandungan senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang dapat mencegah dan memperbaiki kerusakan dari terjadinya stress oksidatif didalam tubuh yang menyebabkan anemia. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmakologi STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan frekuensi optimal pemberian infusa kombinasi temu ireng, temulawak, kencur, dan jahe terhadap kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan kadar hematokrit pada tikus putih galur wistar anemia. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pre-post test control design. Sebanyak 28 ekor tikus putih betina dibagi menjadi empat kelompok perlakuan secara acak. Kelompok P0 (aquadest), kelompok P1 (frekuensi 1 kali sehari), kelompok P2 (frekuensi 2 kali sehari), kelompok P3 (frekuensi 3 kali sehari). Semua kelompok diaklimatisasi terlebih dahulu selama 7 hari, kemudian diinduksi NaNO2 3mg/200gBB selama 15 hari dan diberikan infusa kombinasi selama 7 hari dengan frekuensi pemberian yang berbeda. Pengambilan darah dilakukan sebanyak tiga kali pada waktu yang berbeda, yaitu setelah aklimatisasi 7 hari, setelah diinduksi NaNO2, dan setelah 7 hari pemberian infusa. Kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan kadar hematokrit diukur menggunakan alat hemalotogy analyzer. Analsis data dilakukan menggunakan uji One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Post-hoc LSD. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan (p=0,000) terhadap pemberian infusa kombinasi yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan kadar hematokrit tikus putih anemia. Sedangkan frekuensi optimal pemberian infusa kombinasi yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan kadar hematokrit tikus putih anemia yaitu pada kelompok P3 dengan frekuensi pemberian 3 kali sehari, yang menunjukkan perbedaan nilai signifikansi dengan kelompok lainnya (p0,05).
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah suatu tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah maupun masyarakat. Salah satu faktor yang mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan yaitu ketersediaan obat. Sistem perencanaan dan pengadaan obat merupakan faktor penentu ketersediaan obat dan penentuan anggaran yang dibutuhkan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses perencanaan dan pengadaan obat dengan menggunakan metode kombinasi ABC-VEN di Puskesmas Randudongkal Kabupaten Pemalang. Jenis penelitian ini merupakan analisa deskriptif dengan menggunakan rancangan studi kasus retrospektif dengan pengumpulan data periode bulan Januari-Desember tahun 2023 dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa setelah dianalisa dengan metode kombinasi ABC-VEN diperoleh kelompok obat AV sebanyak 1 item (0,328%) dengan biaya pemakaian Rp.176.859.144, AE 20 item (6,578%) biaya pemakaian Rp. 224.846.473, AN 4 item (1,315%) biaya pemakaian Rp. 39.874.273, BV tidak ada item obat yang termasuk, BE 35 item (11,513%) biaya pemakaian Rp.94.065.532, BN 9 item (2,960%) dengan pemakaian biaya Rp. 30.491.548, CV 8 item (2,631%) dengan biaya pemakaian Rp. 289.767, CE 204 item (67,105 %) dengan biaya pemakaian Rp.54.304.057 dan CN 23 item (7,565%) dengan biaya pemakaian Rp.8.411.349 (1,336%). Obat pada kelompok AN, BN, CN (kelompok Tambahan) menjadi prioritas utama untuk dikurangi, AE, BE, CE (kelompok Utama) prioritas kedua dan AV, BV, CV (kelompok Prioritas) merupakan kelompok yang penting dan harus selalu tersedia.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kangkung Air (Ipomea aquatica forsk L.) Merupakan salah satu jenis ranaman yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia sebagai sayuran. Akar Kangkung Air juga dapat digunakan sebagai Obat Tradisional. Salah satunya seperti obat infeksi pencernaan contohnya diare. Selain itu, akar kangkung air mengandung senyawa antibakteri seperti Flavonid, Alkaloid, Saponin dan Fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengerahui peningkatan aktivitas antibakteri fraksi etil asetat ekstrak etanol akar kangkung air ( Ipomea aquatica forsk L.) Terhadap Escherichia coli. Sampel yang akan digunakan diekstrak dengan metode maserasi kemudian di fraksinasi etil asetat selanjutnya di uji bakteri dengan konsentrasi 40%, 60%, 80%, dan 100%.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
-
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler dengan prevelensi tinggi dan tidak menimbulkan gejala sehingga sering di sebut silent killer. Pengobatan hipertensi bertujuan untuk mengelola dan mengendalikan tekanan darah sehingga risiko gangguan kardiovaskuler dan komplikasi lainnya dapat dicegah. Antihipertensi golongan ARB dan CCB merupakan beberapa terapi yang sering digunakan dalam pengobatan hipertensi baik dalam terapi tunggal maupun kombinasi. Banyaknya macam obat pada golongan ARB dan CCB sehingga obat ini sering dijadikan variasi kombinasi terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi dan biaya pengobatan kombinasi antihipertensi golongan ARB dengan CCB pada pasien hipertensi rawat jalan RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik secara obervasional dengan pengambilan data secara retrospektif melalui pencarian data sekunder pada catatan rekam medis Yng memenuhi kriteria inklusi, evaluasi biaya dilakukan dengan sudut pandang rumah sakit. Hasil penelitian ini didapatkan nilai ACER berdasarkan efektivitas penurunan tekanan darah yang paling cost effective adalah kombinasi D (candesartan-amlodipin) sebesar Rp. 63.480, dan ICER sebesar Rp.4.317 untuk kombinasi C (candesartan-herbessser) terhadap kombinasi B (irbesartan-nifedipin). Adapun efektivitas terapi yang dilihat dari rata-rata nilai MAP, hasil perhitungan ACER berdasarkan MAP didapatkan kombinasi D (candesartan-amlodipin) sebesar Rp. 296.240 yang paling cost effective dibandingkan kelompok kombinasi lainnya. Nilai ICER berdasarkan MAP didapatkan kombinasi C (candesartan-herbessser) terhadap kombinasi B (irbesartan-nifedipin) sebesar Rp. 18.989 untuk setiap peningkata 1% efektivitas. Kata Kunci: ARB, CCB, ACER, ICER, Efektivitas Biaya, Hipertensi
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Evaluasi Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Purwokerto
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
-
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kajian Peresepan Obat Pada Pasien Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam di Rumah Sakit Ananda Purwokerto Periode Januari-Desember 2023. Kajian aspek administrasi, farmasetis dan klinis menggunakan accidental sampling
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anemia merupakan suatu kondisi dimana saat tubuh mengalami penurunan kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan kadar hematokrit. Rimpang temu ireng, temulawak, kencur dan jahe, mempunyai kandungan senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang dapat mencegah dan memperbaiki kerusakan dari terjadinya stress oksidatif didalam tubuh yang menyebabkan anemia. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmakologi STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan frekuensi optimal pemberian infusa kombinasi temu ireng, temulawak, kencur, dan jahe terhadap kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan kadar hematokrit pada tikus putih galur wistar anemia. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pre-post test control design. Sebanyak 28 ekor tikus putih betina dibagi menjadi empat kelompok perlakuan secara acak. Kelompok P0 (aquadest), kelompok P1 (frekuensi 1 kali sehari), kelompok P2 (frekuensi 2 kali sehari), kelompok P3 (frekuensi 3 kali sehari). Semua kelompok diaklimatisasi terlebih dahulu selama 7 hari, kemudian diinduksi NaNO2 3mg/200gBB selama 15 hari dan diberikan infusa kombinasi selama 7 hari dengan frekuensi pemberian yang berbeda. Pengambilan darah dilakukan sebanyak tiga kali pada waktu yang berbeda, yaitu setelah aklimatisasi 7 hari, setelah diinduksi NaNO2, dan setelah 7 hari pemberian infusa. Kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan kadar hematokrit diukur menggunakan alat hemalotogy analyzer. Analsis data dilakukan menggunakan uji One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Post-hoc LSD. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan (p=0,000) terhadap pemberian infusa kombinasi yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan kadar hematokrit tikus putih anemia. Sedangkan frekuensi optimal pemberian infusa kombinasi yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan kadar hematokrit tikus putih anemia yaitu pada kelompok P3 dengan frekuensi pemberian 3 kali sehari, yang menunjukkan perbedaan nilai signifikansi dengan kelompok lainnya (p0,05).
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler dengan prevelensi tinggi dan tidak menimbulkan gejala sehingga sering di sebut silent killer. Pengobatan hipertensi bertujuan untuk mengelola dan mengendalikan tekanan darah sehingga risiko gangguan kardiovaskuler dan komplikasi lainnya dapat dicegah. Antihipertensi golongan ARB dan CCB merupakan beberapa terapi yang sering digunakan dalam pengobatan hipertensi baik dalam terapi tunggal maupun kombinasi. Banyaknya macam obat pada golongan ARB dan CCB sehingga obat ini sering dijadikan variasi kombinasi terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi dan biaya pengobatan kombinasi antihipertensi golongan ARB dengan CCB pada pasien hipertensi rawat jalan RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik secara obervasional dengan pengambilan data secara retrospektif melalui pencarian data sekunder pada catatan rekam medis Yng memenuhi kriteria inklusi, evaluasi biaya dilakukan dengan sudut pandang rumah sakit. Hasil penelitian ini didapatkan nilai ACER berdasarkan efektivitas penurunan tekanan darah yang paling cost effective adalah kombinasi D (candesartan-amlodipin) sebesar Rp. 63.480, dan ICER sebesar Rp.4.317 untuk kombinasi C (candesartan-herbessser) terhadap kombinasi B (irbesartan-nifedipin). Adapun efektivitas terapi yang dilihat dari rata-rata nilai MAP, hasil perhitungan ACER berdasarkan MAP didapatkan kombinasi D (candesartan-amlodipin) sebesar Rp. 296.240 yang paling cost effective dibandingkan kelompok kombinasi lainnya. Nilai ICER berdasarkan MAP didapatkan kombinasi C (candesartan-herbessser) terhadap kombinasi B (irbesartan-nifedipin) sebesar Rp. 18.989 untuk setiap peningkata 1% efektivitas. Kata Kunci: ARB, CCB, ACER, ICER, Efektivitas Biaya, Hipertensi